Ini Rahasia Keluarga Sakinah Yang Kita Damba

178

Oleh: Dr. H. Aam Amiruddin*

Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Allah menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, serta Allah jadikan rasa kasih dan sayang di antaramu. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.”  (Q.S. Ar-Rūm [30]: 21)

alquran muasir

Izinkan saya bertanya, adakah rumah tangga yang selamanya tentram, adem ayem, dan tidak pernah ada gejolak atau percekcokan barang sedikit pun? Mungkin ada rumah tangga semacam itu. Namun hampir dapat saya pastikan bahwa rumah tangga seperti itu sangat jarang kita temui. Faktanya, setiap rumah tangga memiliki permasalahannya masing-masing dan karenanya tidak akan steril dari riak permasalahan. Jenis permasalahannya sendiri bisa bermacam-macam. Ada yang sekadar selisih pendapat kemudian antara suami istri saling introspeksi dan terjadilah islah. Ada rumah tangga yang senantiasa bermasalah karena perbedaan karakter antara suami istri yang sepertinya selalu bertentangan yang kemudian berujung pada pertengkaran hebat yang membutuhkan orang ketiga untuk mendamaikannya. Ada pula rumah tangga yang bermasalah karena salah satu atau keduanya tidak bisa dipercaya dalam hal kesetiaan dengan terindikasi adanya orang ketiga dalam rumah tangga tersebut.

Untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga tersebut, ada pasagan yang lebih memilih jalan komunikasi dan empati untuk kemudian menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, ada pula yang memilih jalan perpisahan karena merasa bahwa itu adalah jalan terbaik untuk menghindarkan mereka dari berlarut-larut dalam dosa dan kemasiatan karena menyakiti perasaan satu sama lain.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah kita berhak menilai atau bahkan menghakimi setiap rumah tangga yang bermasalah? Jawabannya tentu saja tidak. Karena, yang lebih paham mengenai situasi dan kondisi sebuah rumah tangga adalah pasangan suami istri yang memang menjalani biduk rumah tangga tersebut. Kalau pun kita terusik untuk memediasi sebuah rumah tangga yang bermasalah, posisi kita hanyalah sebagai orang yang memberikan second opinion yang tidak ada keharusan mereka untuk menjalankan pendapat dan masukan kita tersebut.

kalender

Ya, bagaimana pun, keputusan untuk menjaga keutuhan rumah tangga atau mengakhirinya sepenuhnya merupakan otoritas pasangan suami istri. Karena, mereka jua lah yang akan mempertanggungjawabkan kepusan yang diambil berkaitan dengan permasalahan rumah tangganya di depan Allah Swt. Memilih “menikmati” riak dan gelombang permasalahan rumah tangga atau mengakhiri biduk rumah tangga merupakan dua keputusan yang harus dapat dipertanggung jawabkan dan seyogianya dapat memuluskan jalan menuju surga-Nya.

Berkenaan dengan rahasia di balik rumah tangga sakinah, saya berpendapat paling tidak ada lima kekuatan yang menyokongnya. Lima kekuatan ini harus terinternalisasi dalam diri pasangan suami istri kalau mau rumah tangganya aman dari guncangan badai rumah tangga yang semakin lama kita menjalani suatu biduk rumah tangga maka akan semakin kencang saja menerpa. Ya, jangan dikira pasangan yang telah berumah tangga hingga puluhan tahun relatif dapat mengatasi permasalahan rumah tangga dengan mudah atau mereka hanya menghadapi masalah rumah tangga yang remeh temeh semata. Karena, cobaan itu cenderung terus meningkat dari satu cobaan ke cobaan rumah tangga yang lain yang fungsinya semata untuk menguji sejauh mana kita mengaplikasikan elemen kekuatan penyokong keluarga sakinah.

Berikut lima kekuatan penyokong keluarga sakinah yang saya maksud.

  1. Kekuatan Agama

Memang ada alasannya mengapa agama dijadikan salah satu dari empat poin persyaratan seorang mukmin dalam menentukan jodoh atau pasangan hidupnya. Salah satu alasannya adalah karena ujian dalam kehidupan berumah tangga itu sedemikian beratnya sehingga kekuatan agama mutlak diperlukan agar kita tidak terjerumus bujuk rayu setan dalam menyesatkan umat manusia yang salah satu caranya adalah dengan mengusik ketenangan hidup berumah tangga. Ya, setan senantiasa mencari cara untuk menjerumuskan manusia sebagaimana diterangkan dalam satu keterangan berikut.

Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian dia mengutus bala tentaranya. Yang paling dekat kedudukannya dengan Iblis adalah yang paling besar fitnahnya. Datang kepadanya seorang tentaranya lalu berkata, ‘Aku telah berbuat demikian-demikian.’ Iblis berkata, ‘Engkau belum berbuat sesuatu.’ Dan kemudian salah seorang dari mereka datang lalu berkata, ‘Aku tidak meninggalkan orang tersebut bersama istrinya melainkan aku pecah belah keduanya.’Nabi Saw. Berkata, ‘Lalu iblis mendekatkan prajurit itu kepadanya dan berkata, ‘Sebaik-baik pasukan adalah kamu.’Al A’masy berkata, ‘Aku kira, (Nabi Saw.) berkata: ‘Lalu iblis memeluknya.” (H.R. Muslim)

Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. telah memeringatkan bahwa pasangan hidup kita bila dia tergoda bujuk rayu setan maka berpotensi menjadi musuh. Hal ini sebagaimana difirkankan-Nya dalah ayat berikut ini.

Hai, orang-orang beriman! Sesungguhnya, di antara pasangan-pasanganmu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni mereka, sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. At-Tagābun [64]: )

Dan sekali lagi, hanya kekuatan agamalah yang mampu menguatkan kita dalam menghadapi ujian rumah tangga.

Lalu pentingkah doa dan kasih sayang dalam keluarga?. . . .

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment