Hindari Membentak Anak Karena Dapat Berpengaruh Negatif Bagi Masa Depannya

1

Tak dipungkiri Selain menggemaskan terkadang aktivitas anak-anak juga menjengkelkan atau membuat marah ayah bunda. Tak terhindarkan para orangtua terpaksa memperingatkannya dengan sedikit nada yang tinggi atau membentaknya jika tak diindahkan. Sepertinya membentak anak telah menjadi sebuah kebiasaan para orangtua ketika melihat sang anak tidak patuh atau pun melakukan kesalahan, para orang tua sering sekali di buat jengkel. Karena emosi, secara reflek orang tua sering sekali menasehati dengan nada yang cukup tinggi.

Kebiasaan yang tidak baik ini seperti ini juga biasanya lebih sering dilakukan orangtua yang cukup temperamental. Menurut penuuturan laman bidanku, menasehati  anak dengan melakukan bentakan tentu sangat tidak efektif dilakukan, karena ketika sang anak sangat sering dibentak, kemungkinan sang anak akan tumbuh menjadi anak yang tertutup, minder bahkan menjadi anak yang pemberontak. Sang anak juga dapat menjadi sangat tempramental karena mengikuti kebiasaan sang orang tua yang suka membentak. Yang perlu diingat para orang tua ialah anak merupakan cerminan orang tua.

alquran muasir

Sebuah teguran, larangan, koreksi atau pun sebuah hukuman yang terjadi ketika timbul sebuah kesalahan yang telah dilakukan oleh anak. Namun sayangnya orang tua seringkali melakukan tindakan pada saat kesalahan dilakukan oleh sang anak. Bukan dengan mencegah, membimbing dan mengarahkan sebelum kesalahan tersebut terjadi. Pada dasarnya sebuah aturan dibuat dengan mengawalinya dengan menanamkan pemahaman yang lebih pada sang anak dengan mempertimbangkan segalanya bagi tingkat perkembangan sang anak.

Sebaiknya orangtua memastikan bahwa sang anak mengerti perilaku seperti apa yang orang tuanya harapkan. Dengan begitu kesalahan dapat diminimalisir. Ketika sang anak telah memahami aturan dan segala bentuk konsekuensinya, diharapkan sang anak tidak lagi melakukan kesalahan. Namun pada kenyataannya tidak seperti itu. Ketika saat itu lah akan timbul rasa kecewa, marah dan kesal dari sang orang tua sebab harapannya tidak dapat terpenuhi. Hal itu seringkali diekpresikan melalui kalimat yang lantang serta kata-kata yang tidak menyenangkan, teriakan, bentakan, hingga cacian.

Anak jadi kurang percaya diri

kalender

Bagi anak yang cukup sering mendapatkan respon yang negatif dibandingkan dengan respon yang positif, seperti bentakan, teriakan ataupun lainnya bisa membuat sang anak mengalami berberapa efek yang negatif, seperti kurangnya rasa percaya diri pada anak, pemarah, kurang inisiatif, bahkan sang anak tumbuh menjadi anak yang pemberontak.

Hal ini sangat tergantung pada orang tua dan sang anak mengolahnya dengan berbagai kepribadiannya yang cukup unik. Dapat dibayangkan pada saat sang anak melakukan kesalahan, sang anak selalu disalahkan dan tidak sama sekali dihargai, maka sang anak akan mempunyai pemikiran bahwa semua yang dilakukan olehnya akan salah.

Jika hal ini sering mereka alami maka anak menjadi kurang mempunyai kreativitas atau pun mengembangkan ide-ide yang baru. Padahal mungkin saja mereka mempunyai ide atau gagasan yang cermerlang. Kondisi demikian tentu sangat disayangkan dimana anak menjadi mati ide dan kreativitas.

Rapuh di masa depan

Dengan begitu bisa saja sang anak menjadi tidak berani dan tidak mau melakukan sesuatu. Sebuah bentakan, cacian dan teriakan bisa dikategorikan pada kekerasan verbal dan juga emosional. Efeknya akan sangat berat dan juga berbahaya jika hal itu terjadi secara berkali-kali serta dalam kurun waktu yang sangat panjang. Jika hal ini terjadi dapat menyebabkan sang anak tersebut kesulitan dalam berpikir jernih dan juga tangkas.

Ada baiknya ayah bunda tidak berteriak dan membentaknya. Sebaiknya ketika orangtua sudah terlalu emosi, dapat meninggalkannya sebentar, kemudian menjelaskannya dengan baik bahwa yang ia lakukan ialah hal yang salah. Ingatlah akan terjadi dampak yang buruk pada masa depan anak-anak atas bentakan atau teriakan yang dilakukan orangtuanya. Akan sangat menyakitkan ketika harus mempunyai anak yang memiliki kepribadian yang rapuh pada saat menginjak dewasa nanti. Beri mereka perhatian yang cukup agar  ayah bunda mengetahui apa yang  dibutuhkannya.

Memberi kasih sayang dalam pengasuhan yang baik akan membuatnya menjadi pribadi yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Tidak kalah pentingnya adalah orangtua harus mempunyai kesadaran bahwa setiap anak mempunyai keunikan dan kelebihan masing-masing yang layak untuk dikembangkan agar bisa menjadi kebanggaan baik dirinya dan orantua serta keluarga. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment