Bagaimana Cara Komunikasi yang Islami? Inilah 6 Panduannya

dakwah

Oleh: Idris Apandi *

Islam adalah agama yang mengatur setiap aspek kehidupan manusia, termasuk masalah komunikasi. Islam mengajarkan tentang pentingnya etika komunikasi yang baik dalam pergaulan antar manusia sehingga tercipta masyarakat yang rukun dan damai.

alquran muasir

Dwi Suwiknyo dalam bukunya yang berjudul Cara Mudah Memikat Hati Orang Lain (2015) menyampaikan prinsip atau rumus “6B” dalam berkomunikasi berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam, yaitu; (1) berkata benar (qaulan sadiidan), (2) berkata jelas (qaulan baliighan), (3) berkata baik (qaulan ma’ruufan), (4) berkata hormat/ mulia (qaulan kariiman), (5) berkata lembah lembut (qaulan layyiinan), dan (6) berkata pantas (qaulan maisyuuron). Berikut ini adalah penjelasan enam prinsip tersebut :

1.    Berkata Benar (Qaulan Sadiidan)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar (qaulan sadiidan), niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu…” (QS Al-Ahzab : 70).

Berkata yang benar adalah gambaran dari pribadi manusia yang jujur. Perkataan yang benar akan mampu membangun kepercayaan karena dia tidak bohong. Berkata benar akan meningkatkan kredibilitas seseorang. Orang yang suka berkata benar akan banyak disukai oleh orang lain. Berkata benar juga akan menyelamatkan manusia dalam menjalani kehidupannya, walau kadang berkata benar itu pahit rasanya.

kalender

Berkata benar adalah sebuah nilai yang universal, berlaku kapanpun, dimanapun, dan kepada siapapun. Seorang pembohong pun, tidak mau dibohongi oleh orang lain. Hal itu menunjukkan bahwa kebenaran adalah hal yang bersifat mutlak dan perlu dilakukan oleh siapapun.

2. Berkata Fasih (Qaulan balighan)

“Mereka adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka,” (QS An-Nisa : 63).

Kata-kata yang jelas adalah kata yang terang benderang, tidak mendua arti atau ambigu. Kata-kata yang jelas akan mudah dipahami oleh penerima pesan.  Orang tua, guru, para penceramah, para pemimpin, dan setiap orang pada umumnya harus memiliki memiliki kemampuan untuk berbicara secara jelas agar mudah dipahami oleh anak, murid, rakyat, atau lawan bicaranya. Gaya bicaranya pun harus disesuaikan dengan bahasa yang dapat dipahami oleh penerima pesan.

Berbicara di depan anak-anak tentunya berbeda dengan berbicara di depan orang dewasa. Berbicara di depan petani di kampung berbeda dengan bicara di hadapan akademisi. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, itulah prinsip yang harus dipegang ketika berbicara alias harus dapat menyesuaikan diri.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment