Haruskah Tinggal Dengan Mertua Yang Percaya Klenik ?

9a

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

Seorang teman curhat kepada penulis bahwa mertuanya ingin tinggal serumah dengannya. Namun ia bingung bersedia atau tidak karena mertuanya suka mendatangi “orang pintar” (dukun klenik), bahkan secara terus terang mertuanya mengakui masih memakai susuk di tubuhnya. Disatu sisi ia ingin berbuat baik kepada mertuanya namun disisi lain ia takut pengaruh buruk dari mertuanya yang masih percaya pada klenik.

alquran muasir

Tulisan ini sebagai jawaban bagi teteh tersebu sekaligus pelajaran bagi kita semua. Tetah yang dirahmati oleh Allah Swt. Di sini, saya akan menyoroti terutama akhlak mertua yang akan memberi contoh tidak baik kepada anak teteh apabila beliau tinggal serumah dengan teteh. Dengan pertimbangan itu, teteh dapat  menolak secara halus atau pun tegas mengingat dalam Al-Qur’an atau pun hadis, kita dituntut untuk taat kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya itu tidak terbatas. Sementara itu, ketaatan kepada makhluk ada batasannya, yaitu selama tidak mengajak pada kemaksiatan, dosa, dan kemusyrikan. Dalam sebuah hadis diterangakan,

“Tiada (kewajiban) untuk taat dalam hal durhaka kepada Allah Swt.” (H.R. Imam Ahmad). Selain itu, Allah Swt. juga berfirman,Hai, orang-orang beriman! Jangan kamu khianati Allah dan Rasul dan jangan kamu khianati amanat yang dipercayakan kepadamu, padahal kamu mengetahui.” (Q.S. Al-Anfāl [8]: 27)

Kita diwajibkan menghindari perbuatan syirik sejauh-jauhnya. Karena, perbuatan tersebut dapat membahayakan akidah kita. Berikut beberapa poin penting tentang perbuatan syirik yang perlu kita ketahui.

kalender
  1. Merupakan kezoliman dan dosa yang sangat yang besar.

Bahaya pertama dari kemusyrikan adalah bahwa perbuatan syirik itu merupakan dosa dan perbuatan zalim yang sangat besar. Ingat firman Allah Swt, tentang nashihat Luqman kepada anaknya, “Ingatlah, ketika Lukman memberi pelajaran kepada anaknya dengan berkata, ‘Hai, Anakku! Janganlah menyekutukan Allah. Sesungguhnya, menyekutukan Allah itu kezaliman yang besar.’” (Q.S. Luqmān [31]: 13)

Dari Abu Bakrah r.a. berkata, telah bersabda Nabi Saw., “Maukah kuberitakan kepada kalian tentang dossa-dosa besar yang paling besar?” (Beliau mengucapkannya tiga kali). Mereka menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Mempersekutukan Allah (berbuat syirik), mendurhakai kedua orang tua,” — dan Beliau duduk padahal tadinya menyandar, lalu kembali bersabda — “ingatlah dan juga perkataan dusta.” Berkata (Abu Bakrah), “Senantiasa beliau mengulang-ulanginya, sehingga kami berkata, ‘Mudah-mudahan beliau berhenti (mengatakannya).’” (H.R. Bukhari)

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi Saw. bersabda, “Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan!” Mereka bertanya, “Apakah itu wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Berbuat syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (cara) yang benar, makan harta riba, makan harta anak yatim, lari dari peperangan, dan  menuduh wanita mukmin yang menjaga dirinya dalam keadaan lengah (dari berbuat maksiat).” (H.R. Bukhari)

  1. Menghapuskan seluruh amal soleh.

Bahaya kedua dari perbuatan syirik adalah bahwa perbuatan tersebut dapat menghapus seluruh amal soleh yang pernah dikerjakan. Mislanya ada orang yang telah mengerjakan sholat wajib beserta sunnahnya, melaksanakan ibadah puasa yang wajib dan yang sunnahnya, gemar bersedekah setelah zakatnya, menunaikan ibadah haji dan umrahnya, dan amal-amal soleh lainnya. Lalu, dia mengerjakan salah satu dari perbuatan syirik besar seperti mendatangi dukun dan membenarkan perkataannya, menziarahi kubur dan memohon sesuatu dari penghuni kubur, maka seluruh amal solehnya akan terhapus dan hilang tidak tersisa sedikit pun.

Maka, tidak ada balasan dari perbuatan tersebut melainkan neraka dan tidak akan ada yang mengembalikan diterimanya amal-amal solehnya kembali kecuali bertaubat kepada Allah Swt. dengan tobat nashuha. “Sungguh, telah diwahyukan kepa-damu dan kepada nabi-nabi sebelummu, ‘Jika kamu mempersekutukan Allah, niscaya amalmu akan terhapus dan kamu termasuk orang rugi.’” (Q.S. Az-Zumar [39]: 65)

“Itulah petunjuk Allah. Dengan itu, Allah memberi petunjuk kepada siapa pun di antara hamba-hamba-Nya yang Allah kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyap amalan yang telah mereka kerjakan. “ (Q.S. Al-An‘ām [6]: 88)

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment