Dampak Buruk Inkonsistensi Beragama (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 85-86) Bag 1

yahudi

Oleh  : Dr. H. Aam Amiruddin

Setelah itu, kamu (Bani Israil) membunuh sesamamu dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu dalam kejahatan dan permusuhan. Jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu menebus mereka. Padahal, kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman pada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar pada sebagian yang lain? Tidak ada balasan yang pantas bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat, mereka disiksa dengan azab yang paling berat. Allah tidak lengah terhadap perbuatanmu. (QS. Al Baqarah [2] : 85) 

alquran muasir

***

Pada dua ayat sebelumnya, Allah menegaskan kepada Bani Israil akan adanya ikatan janji mereka dengan Allah yang tertuang dalam kitab suci yang diturunkan kepada mereka. Namun, watak membuat mereka begitu berani menodai janji-janji ilahi tersebut. Penodaan tersebut tecermin dari serangkaian ulah yang tidak berperikemanusiaan berupa pembunuhan, menelantarkan orang tidak berdosa, dan sejumlah pelanggaran lainnya.

Bukti sejarah mengatakan jika ayat ini erat kaitannya dengan perjalanan hidup Yahudi di Madinah pada permulaan Hijrah. Yahudi Bani Quraizhah bersekutu dengan suku Aus dan Yahudi dari Bani Nadhir bersekutu dengan orang-orang Khazraj. Sebelum Islam datang, suku Aus dan suku Khazraj selalu bersengketa dan berperang, sesuatu yang sebelumnya terlarang dalam kitab mereka dan dinyatakan sebagai janji mereka untuk tidak melakukannya. Namun, pada kenyataannya yang terjadi tidaklah demikian sehingga mereka disindir dalam petikan ayat tadi yang berbunyi, “Setelah itu, kamu (Bani Israil) membunuh sesamamu dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu dalam kejahatan dan permusuhan.”

kalender

Keanehan terjadi di tengah-tengah mereka. Ketika ada orang Yahudi yang ditawan oleh suku lain, kedua suku Yahudi yang bersengketa tersebut malah bersepakat untuk sama-sama menebus dengan segala cara meski mereka tengah bermusuhan. Alasan mereka ternyata diambil dari kitab suci Taurat yang melarang untuk saling menawan. Itulah mengapa Allah mempertanyakan mereka dengan ayat tadi, “Jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu menebus mereka. Padahal, kamu dilarang mengusir mereka.”

Pemandangan aneh tersebut sebetulnya lebih menunjukkan inkonsistensi mereka dalam beragama dan memegang pedoman kitab suci. Sudut pandang syahwat duniawi ternyata lebih didahulukan daripada ketaatan kepada kitab suci. Seandainya mereka berpegang teguh pada wahyu Allah yang diturunkan kepada mereka melalui rasul-Nya secara utuh, tentu meraka tidak akan memilah-milah dan memilih-milih isi yang terkandung di dalam kitab suci. Melanggar larangan perang dengan sesama di satu sisi, namun mematuhi larangan menjadikan tawanan di sisi yang lain. Itulah sebabnya Allah menyindir mereka dengan firman-Nya dalam kalimat, “Apakah kamu beriman pada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar pada sebagian yang lain?”

Hal yang sama Allah ungkapkan dalam ayat berikut ini.

Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan bermaksud membeda-bedakan antara keimanan kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian yang lain,” serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir).” (Q.S. An-Nisaa [4]: 150)

Akibat terburuk bagi mereka yang melanggar janji-janji ilahiah dan inkonsisten dalam beragama adalah keterpurukan hidup di dunia dan kepedihan abadi di akhirat. Karena Allah sama sekali tidak akan memberi celah sedikit pun untuk mereka bisa melepas perlahan-lahan ikatan janji yang terucap. Hal ini sebagaimana Allah ungkapakan dalam penutup ayat 85, “Tidak ada balasan yang pantas bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat, mereka disiksa dengan azab yang paling berat. Allah tidak lengah terhadap perbuatanmu.”

***

(Bersambung)

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment