Rokok Elektronik Sama Membunuhmu ?

263

Oleh: Ir.H.Bambang Pranggono,MBA*

“…Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya, Allah Maha Penyayang kepadamu. “ (Q.S. An-Nisā’ [4]: 29)

alquran muasir

Dalam Kitab Tafsir At-Thabary ayat tadi dimaknai sebagai larangan bunuh-membunuh sesama muslim, karena agama yang sama dan seruan dakwah yang sama. Suatu larangan yang terbukti sering dilanggar. Sebagaimana halnya dengan larangan merokok yang dimana mana dilanggar. Ayat diatas jelas berbunyi, “Jangan kamu membunuh dirimu”.

Sudah ada fatwa Majelis Ulama yang melarang merokok. Namun tetap saja dilanggar. Kini ada slogan, Merokok Membunuhmu. Kalimat peringatan ini terpampang disetiap iklan rokok, namun tidak juga berhasil mengurangi jumlah orang yang merokok. Mereka sadar bahaya namun nekad meneruskan kebiasaan itu karena sudah ketagihan.

Nah, belum lama ini ada produk yang menjadi “solusi” bagi para pecandu, yakni rokok elektronik atau e-cigarettes. Rokok palsu ini adalah alat elektronik yang memakai daya baterai. Ketika dihisap maka baterai kecil didalamnya menghidupkan lampu diujung bagaikan nyala rokok asli. Lalu sebuah alat dipangkalnya memanaskan larutan cair menjadi semburan asap untuk dihirup si perokok. Larutan itu mengandungi berbagai unsur tiruan seperti rasa permen, buah-buahan, mint atau cokelat. Produsennya berdalih bahwa rokok elektronik lebih aman karena tidak mengeluarkan asap pembakaran tembakau.

kalender

Namun ternyata meskipun penggunanya tidak menghirup asap tembakau, tetap saja dia menghirup asap yang ada bahayanya. Asap rokok elektronik juga mengandung nikotin yang berpotensi menimbulkan efek kecanduan sebagaimana asap tembakau.

Menurut data tahun 2012, U.S. Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan bahwa di Amerika Serikat sekitar 1,78 juta murid sekolah sudah pernah mencoba rokok elektronik ini. Hal ini karena Undang Undang tentang penjualan dan iklan e-cigarettes belum ada. Jadi memang betul bahwa merokok itu membunuhmu baik cepat atau lambat. Padahal membunuh adalah dosa besar, baik membunuh diri sendiri atau manusia lain. Wallahu a’lam. [ ]

 

*Penulis adalah pendidik, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment