Bagaimana Cara Muslim Bersikap terhadap Al Quran?

0
115

 

3. Mengaplikasikan Al Quran

iklan

Al Quran tidak cukup hanya diimani dan dipelajari. Namun, wajib diamalkan atau diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga Al Quran mampu menjadi kepribadian dan karakter umat Islam. “Sesungguhnya jawaban orang-orang yang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memberi aturan hidup di antara mereka ialah ucapan, ‘Kami mendengar dan kami patuh. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.’” (Q.S. An-Nur 24: 51)

Pada ayat ini ditegaskan bahwa orang beriman apabila diseru untuk mengamalkan ayat-ayat Allah, mereka menganggapinya dengan ucapan yang serius Kami mendengar dan kami patuh.

Kita pun wajib bersabar dalam mengaplikasikan Al Quran. Karena pada saat mengamalkannya sangat mungkin kita akan menghadapi godaan dan rintangan. “Maka bersabarlah kamu dalam melaksanakan ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu mengikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.” (Q.S. Al Insan 76: 4)

4. Mendakwahkan Al Quran

Al Quran tidak cukup sekadar diimani, dipelajari, dan diamalkan tetapi juga wajib didakwahkan. Kita tidak boleh menjadi orang saleh sendirian, tetapi harus dapat mengajak orang lain untuk menjadi saleh juga. Inilah yang disebut menegakkan amar makruf dan nahyi ‘anil mungkar, artinya menyuruh pada kebajikan dan mencegah orang dari perbuatan buruk.

Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. …” (Q.S. Ali Imran 3: 110)

Kita wajib mendakwahkan Al Quran sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing. Bisa berdakwah dengan tulisan, lisan, atau dengan perbuatan, yakni memberikan contoh nyata. Ini pun disebut mendakwahkan. Dakwah tidak selamanya dalam bentuk berceramah di depan khalayak, ngobrol tentang kebaikan dan kebenaran pun bisa disebut dakwah.

Itulah empat cara bersikap terhadap Al Quran. Apabila umat Islam berjuang menyikapi Al Quran dengan cara-cara seperti ini, insya Allah Al Quran benar-benar akan menjadi realitas hidup, bukan hanya konsep yang termaktub dalam kitab suci.

Bagaimana hukum membaca Al Quran di tempat nonmuslim? Selama kita membaca Al Quran di tempat mereka itu berlandaskan pada empat sikap yang telah dijelaskan di atas, yaitu mengimani, mempelajari, mengamalkan, dan mendakwahkan, membacanya di tempat nonmuslim bukan masalah, alias diperbolehkan, bahkan sangat bagus kalau itu diniatkan sebagai dakwah kepada mereka. Wallahu a‘lam.

*  Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/