6 Nasihat Ibnul Qayyim Tentang Hati

tafakur

Berhati-hatilah menjaga indera kita karena itu adalah potensi bagi masuknya setan ke dalam jiwa.  Imam Ibnul Qayyim membagi gangguan setan ke dalam enam level. Di setiap level, setan memiliki konsentrasi tujuan. Jika tidak berhasil, mereka akan menaikkan misi ke level selanjutnya. Keenam level tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Lebih menyibukkan diri dengan perbuatan baik ketimbang yang lebih baik darinya. Pada level ini, setan menjejali manusia dengan konsep kemalasan. Diharapkan, stagnasi yang terjadi dapat menbuka jalan menuju strategi level selanjutnya.
  1. Menyibukkan diri dengan sesuatu yang mubah. Pada level ini, setan masih belum mengajak manusia berbuat dosa. Ia hanya membuat manusia terlena dengan perbuatan yang tidak mendatangkan pahala maupun dosa.
  1. Dosa-dosa kecil. “Hanya dosa kecil. Bukankah dengan istighfar, dosa-dosa tersebut terampuni?” begitu kata setan.
  1. Dosa-dosa besar dengan berbagai macamnya. Setan berusaha ekstra untuk melancarkan misi pada level ini. Jalaluddin Rahmat dalam kata pengantarnya untuk buku “Akibat Dosa” karya Sayid Hasyim ar-Rasuli al-Mahallati menyebutkan delapan belas macam dosa besar yaitu: syirik menyekutukan Allah, putus asa dari rahmat dan kasih Allah, merasa aman dari azab Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, menuduh berzina kepada perempuan yang bersih, memakan harta anak yatim, lari dari medan pertempuran, memakan riba, sihir, berzina, sumpah palsu untuk membela kedurhakaan, berkhianat dalam urusan harta (rampasan perang), tidak membayar zakat yang diwajibkan, kesaksian palsu dan menyembunyikan kesaksian, minum minuman keras (khamr), meninggalkan shalat atau apa saja yang telah diwajibkan Allah dengan sengaja, memutuskan janji dan persaudaraan.
  1. Bid’ah. Di level ini, setan menyamarkan perbuatan-perbuatan haram untuk selanjutnya menghalalkannya. Berlatar budaya, kelaziman, norma, dan etika, setan menjadikan perbuatan syirik tidak terlihat seperti sebagaimana mestinya. Jabir r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Ketahuilah bahwa sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah swt. (Al Quran), sebaik-baik petunjuk adalah ucapan Muhammad saw. dan sejelek-jelek perkara agama sepeninggalku adalah melakukan sesuatu yang baru dalam agama, yang demikian itu disebut bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat …” (H.R. Muslim).
  1. Kekufuran dan syirik serta melawan Allah beserta Rasul-Nya. Adalah sebuah kebanggan tersendiri bagi setan ketika strategi pada level ini bejalan mulus. “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (Q.S. An-Nisa 4: 116)

Agar kita tidak terjebak  dalam perangkap setan maka kita perlu miliki 4 langkah yaitu . . . . . .

alquran muasir

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment