Bolehkah Wanita Mengejar Karier? Begini Rambu-rambunya

260

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

Seorang sahabat muslimah penulis pernah bertanya tentang boleh tidaknya seorang wanita bekerja diluar rumah bahkan mengejar karier. Saat ini ia sedang bekerja untuk menyokong perekonomian keluarga mengingat penghasilan suami yang dirasa kurang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Tulisan berikut sekaligus bagi yang mempunyai permasalahan yang kurang lebih sama.Ukhti yang dirahmati oleh Allah Swt., untuk menjawab problem tersebut, ada baiknya kita telaah dulu uraian berikut ini.

alquran muasir

Wanita di Zaman Jahiliyah

Wanita jaman jahiliyah (sebelum diutusnya Rasulullah Saw.) tertindas dan terkungkung. Contohnya, bagi bangsa Arab, memiliki anak perempuan adalah aib. Karenanya, tak jarang mereka tega mengubur bayi perempuan itu hidup-hidup. Kalau pun ada yang membiarkannya hidup, anak perempuan tersebut dibesarkan dalam keadaan rendah dan hina bahkan dijadikan sebagai harta warisan (boro-boro mendapatkan harta sebagai ahli waris). Allah Swt. berfirman,

“Apabila seseorang di antara mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, wajah mereka menjadi merah padam dan sangat marah. Ia bersembunyi dari orang banyak karena kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan atau menguburkannya ke dalam tanah hidup-hidup? Ingatlah, alangkah buruknya keputusan yang mereka tetapkan itu.” (Q.S. An-Naĥl [16]: 58-59)

kalender

Islam Memuliakan Martabat Wanita

Dienul Islam sebagai rahmatal lil’alamin, menghapus seluruh bentuk kezaliman-kezaliman yang menimpa kaum wanita dan mengangkat derajatnya sebagai manusia. Karena pada dasarnya, timbangan kemulian dan ketinggian martabat di sisi Allah Saw. adalah derajat takwa, sebagaimana yang terkandung dalam dua ayat-Nya berikut ini.

Hai, manusia! Sesungguhnya, Kami telah menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya, yang pa-ling mulia di sisi Allah ialah orang paling bertakwa. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (Q.S. Al-Ĥujurāt [49]: 13)

Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, pasti Kami akan berikan kehidupan yang baik kepadanya dan balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. An-Naĥl [16]: 97). Jangan terpengaruh dengan jargon emansipasi wanita. . . . .

[AdSense-A]

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment