Demam Pokemon, Pemerintah Saudi dan Turki Pernah Keluarkan Fatwa Larangan

258

Saat ini masyarakat dunia tengah dihebohkan dengan demam permainan digital Pokemon Go. Tak terkecuali termasuk masyarakat Indonesia. Meski hanya sebuah permainan digital namun permainan ini ternyata memunculkan polemic pro dan kontra. Sebagian berpendapat permainan ini bisa membuat orang lebih aktif dengan melakukan jalan-jalan ke berbagai sudut sebagai pengganti olahraga. Namun bagi yang kontra game Pokemon Go selain membahayakan keselamatan penggunanya juga membahayakan keamanan Negara.

Terkait dengan fenomena Pokemon ini, Pemerintah Arab Saudi pada 2001 pernah mengeluarkan fatwa larangan yang saat itu baru sebatas film kartun dan permainan dalam bentuk compact disk. Fatwa ini dikeluarkan oleh otoritas keagamaan tertinggi Saudi, Dewan Tinggi Penelitian Ilmiah dan Hukum Islam Kerajaan Arab Saudi.

alquran muasir

Dalam fatwa tersebut menyatakan segala hal berbau Pokemon, baik permainan dan kartunya, dapat ‘menguasai pikiran’ anak-anak serta mempromosikan Zionisme dan perjudian.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi Aljazeera, Mufti Agung Saudi Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Al Syeikh memperingatkan para orangtua Muslim untuk berhati-hati pada permainan ini. Dia menekankan para orangtua mencegah anak-anak mereka bermain dengan tujuan melindungi agama dan sopan santun mereka.

Sejak pertama kali muncul di publik, serial Pokemon dan beragam permainannya memang cukup menarik perhatian banyak anak di seluruh dunia. Ini menjadi fenomena aneh bagi orang dewasa lantaran anak-anak menjadi begitu obsesif untuk mendapatkan Pokemon.

kalender

Kecenderungan tersebut membuat sejumlah pihak mengeluarkan larangan pada segala hal yang berbau Pokemon. Larangan tersebut dapat ditemukan di beberapa sekolah di Amerika Serikat, Inggris, dan Meksiko juga sebagian Negara-negara di Eropa timur.

Beberapa tahun kemudian, Pemerintah Turki juga meminta sejumlah lembaga penyiaran untuk menghentikan penanyangan film kartun Pokemon. Penyebabnya, terdapat kasus dua anak yang melompat dari balkon lantaran percaya mereka memiliki kekuatan super. Beruntungnya kedua anak tersebut selamat.

Tetapi, pelarangan atas nama agama baru sekali terjadi. Ini karena pada permainan kartu Pokemon terdapat simbol-simbol yang dianggap berbahaya. Kebanyakan karakter Pokemon akan bercahaya dan mengeluarkan simbol tertentu sesuai dengan kekuatan fantastis yang dimiliki masing-masing karakter.

Bagi otoritas Saudi, simbol-simbol tersebut mungkin tidak cukup masuk akal dapat memberikan kekuatan khusus. Tetapi, mereka percaya simbol-simbol itu mengandung unsur bahaya.

“Kebanyakan kartu mengandung bintang berujung enam, simbol Zionisme internasional dan negara Israel,” ungkap Syeikh Abdul Aziz.

“Simbol lainnya seperti salib, suci bagi Nasrani, segitiga bagi Freemason, dan simbol-simbol Sintoisme Jepang, semuanya didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan akan adanya lebih dari satu tuhan,”imbuhnya.

Terkait fatwa ini, juru bicara perusahaan perangkat permainan Nintendo seperti dilaporkan laman abcnews.go.com telah membantah Pokemon membuat simbol-simbol agama. Mereka beralasan fenomena Pokemon muncul pertama kali hanya sebagai salah satu produk permainan video buatan Nintendo.

Dalam penjelasnnya pihak Nintendo Permainan ini dikembangkan dari cerita di Manga, tradisi komik di Jepang dengan 151 karakter yang masing-masing memiliki kekuatan kebaikan dan kejahatan.

Selain Arab Saudi dan Turki ulama Mesir  yaitu Prof Dr Abbas Shuman yang juga Wakil Rektor Universitas Al Azhar, Mesir, mengeluarkan fatwa bahwa Pokemon Go haram. Menurut dia, permainan ponsel berbasis GPS itu berpotensi melemahkan pikiran dan merusak para penggunanya. Abbas menilai pemain akan terus menatap layar ponsel, sehingga efeknya sama seperti orang kecanduan minuman keras. Dia pun mengusulkan supaya Pokemon Go dilarang oleh pemerintah Mesir.

Sementara di Indonesia sendiri beberapa instansi juga telah melakukan pelarangan bagi pegawainya untuk memainkan game Pokemon Go. Selain itu beberapa instansi juga mengeluarkan larangan kawasan atau area instansinya dijadikan ajang mencari Pokemon. [ Berbagai sumber ]

 

Red: admin

Ilustrasi foto: pixabay

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment