Apakah Ikhtiar Bisa Mengalahkan Takdir?

kereta api, jalan

Ustadz, apakah seluruh nasib kita telah ditentukan oleh takdir Allah? Lalu  sejauh mana peranan ikhtiar?Apakah Ikhtiar bisa mengalahkan takdir?

 

 

Percaya kepada takdir adalah salah satu rukun iman yang wajib kita imani, Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir baik dan buruknya.” (H.R. Muslim).

alquran muasir

Takdir berarti ukuran, ketentuan, dan kepastian. Kata takdir banyak disebut dalam Al Quran, di antaranya, “Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat dan menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan (takdir) Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al An’am 6: 96). “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (takdir) yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Yaasin 36: 38).

Segala sesuatu yang Allah ciptakan pasti ada takaran atau ukurannya, alias ada takdir-Nya. Apa jadinya alam ini kalau tidak ada hukum keteraturan (takdir)? “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan  sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah  2: 22).

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana  Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun? Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata.” (Q.S. Qaaf   50: 6-7).

kalender

Harun Yahya memberikan ilustrasi takdir, dengan mengatakan,

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Komentar Artikel “Apakah Ikhtiar Bisa Mengalahkan Takdir?

  1. iwa qoswa

    إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

    إِنَّ sesungguhnya
    رَبَّ Tuan Penguasa
    كَ kamu
    يَبْسُطُ Mempersilakan
    الرِّزْقَ rizqi
    لِ untuk
    مَنْ siapa
    يَشَاءُ menghendaki
    وَ &
    َيَقْدِرُ berkapasitas
    إِنَّ sesungguhnya
    هُ DIA
    كَانَ senyatanya
    بِ dengan
    عِبَادِ hamba²
    هِ NYA
    خَبِيرًا Statis
    بَصِيرًا Memandang

Leave a Comment