Inilah Alasan Permainan Pokemon Go Banyak Mudaratnya

pokemon go

 

Permainan Pokemon Go  kini tengah ngetren dan digandrungi banyak orang di dunia.  Pokemon Go merupakan sebuah permainan yang menggunakan GPS ponsel dan jam untuk mendeteksi di mana dan kapan kita berada dalam permainan dan membuat tokoh Pokemon “muncul” di sekita kita (di layar ponsel kita) sehingga kita bisa menangkapnya.

Ketika kita bergerak untuk menangkapnya, tokoh jenis yang lain akan muncul tergantung di mana dan kapan kita berada.
Ide permainan ini adalah mendorong kita untuk melakukan perjalanan di seluruh dunia nyata guna menangkap Pokemon. Ini campuran dari permainan dan interaksi dunia nyata yang biasa disebut dengan “augmented reality”.

alquran muasir

Namun dibalik segala keuuikannya dan daya tariknya bagi para pengguna ponsel,  ternyata permainan ini juga mengandung potensi negatif bagi umat Islam.

Dalam sebuah artikel majalah As-Sunnah terbitan  2001, pernah dibahas tuntas tentang tokoh Pokemon.  Salah satu yang dibahas di antaranya adalah  hal-hal terkait Pokemon Go ini bertolak belakang dengan  syariat Islam.

Berikut ini adalah hal-hal yang tak sesuai dengan syariat :

kalender

1. Syirik dan Merusak Aqidah

Hal yang tidak perlu diragukan lagi, bahwa Pokemon adalah tokoh-tokoh kartun monster fiktif yang memiliki banyak keistimewaan .  Mengada-adakan makhluk hidup khayali yang fiktif -apalagi memiliki keistimewaan serta kemampuan luar biasa dan ajaib- termasuk gagasan (pemikiran) paling rusak yang dapat meracuni akal anak-anak.

Bahkan, di sana terdapat propaganda bagi adanya hal-hal luar biasa yang menyamai -bahkan mengungguli- mu’jizat para nabi. Ini akan membuat seorang anak mempercayai kekuatan ajaib tersebut dan memberikan pembelaan terhadap adanya kekuataan itu. Semua ini jelas termasuk perusakan terhadap aqidah anak-anak yang masih fitrah dan lurus.

Di sana -sebagai tambahan lagi- juga terdapat unsur tantangan terhadap kekuasaan al-Khaliq dan ingin menyaingi ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala . Na’udzu billah.

Ini semua jelas bertentangan dengan Aqidah Islamiyah yang shahih dan bertentangan dengan manhaj pendidikan yang lurus.

2. Bohong Terang-Terangan kepada Anak Kecil dan Membuat Sesuatu Yang Membahayakannya

Itu terjadi melalui penayangan benda-benda dan makhluk-makhluk fiktif yang mempunyai kemampuan ajaib, tetapi yang sesungguhnya tidak ada. Ini akan mendorong dan memotivasi anak-anak untuk mempercayai hal-hal semacam. Dan itu jelas merupakan kebohongan terang-terangan serta merupakan perusakan terhadap akal dan imajinasi anak-anak.

Pada dasarnya mainan anak-anak, bahwa anak-anak itu sendirilah yang menentukan (mengendalikan) mainannya. Tetapi hal itu tidak terjadi pada Pokemon. Bahkan sebaliknyalah yang terjadi. Sebab (dalam pokemon) justru pokemonlah yang menentukan, mengendalikan dan mengarahkan anak-anak.

Yang juga mengkhawatirkan dan lebih berbahaya lagi ialah bahwa mainan-mainan, selamanya menunjukkan sesuatu kultur. Pokemon juga menawarkan suatu kultur. Tetapi ia merupakan kultur (budaya) khayalan yang menyapu bersih anak-anak di seluruh dunia. Ia adalah kultur yang jauh dari fitrah anak-anak bukan muslim, dan jauh dari aqidah serta kultur anak-anak Muslim. Jadi ia adalah suatu bentuk miniatur budaya, sebab dengan merajalelanya kartun-kartun pokemon ke seluruh dunia, akan menjadikan anak-anak berfikir dengan satu pola fikir yang sama dan akan bermain dengan bentuk mainan yang sama. Seakan-akan pokemon tengah menyiapkan anak-anak kemudian membinanya menuju perilaku-perilaku dan nilai-nilai yang sama.

Ini merupakan suatu bentuk eksperimen mania yang mengabaikan banyak hal lain, sehingga anda lihat kartun-kartun pokemon itu dapat mengikat para orang tua dan mengeluarkan mainan-mainan anak-anak mereka lepas dari pengendalian mereka. Pada gilirannya menghapuskan dinding pembatas antara pokemon dengan anak-anak. Dan jadilah akhirnya kartun-kartun ini mengendalikan mereka.

3. Teori Evolusi Yang Sesat

Terfahami melalui perkembangan evolutif monster-monster kecil yang memiliki kemampuan ajaib ini dengan sendirinya. Ini sejalan dengan teori Darwin yang kufur dan batil, yang menyatakan adanya perkembangan dan peningkatan makhluk dengan sendirinya, serta meniadakan keterlibatan al-Khaliq l dalam perkembangan itu. Dan ini adalah kekafiran yang jelas.

4. Menimbulkan Kecanduan

Ulama Mesir Prof Dr Abbas Shuman yang juga Wakil Rektor Universitas Al Azhar, Mesir, menghukumi game Pokemon Go haram. Menurut dia, permainan ponsel berbasis GPS itu lebih banyak mendatangkan kerugian (mudarat) dibanding manfaat bagi pengguna. Abbas menilai pemain akan terus menatap layar ponsel, sehingga efeknya sama seperti orang kecanduan minuman keras. “Permainan ini membuat orang linglung di jalanan, tidak awas pada lingkungan sekitar pandangan terpaku pada layar ponsel,” kata Abbas.

5. Menyita waktu berlebihan
Permainan Pokemon Go dianggap dapat menyita waktu pengguna secara berlebihan. Sehingga hal ini dapat menyebabkan beribadah bakal berkurang. “Bisa saja orang jadi meninggalkan kewajiban serta tidak serius bekerja, alih-alih mereka memburu pokemon,” kata Abbas.

Sumber : Al Manhaj.or.id

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment