Wajib Berhaji Hanya Sekali, Yang Kedua Sunnah, Benarkah?

ka'bah

Alhamdulillah, saya diberi keluasan rezeki sehingga dapat berhaji hampir setiap tahun. Seorang teman pernah berkata kepada saya bahwa berhaji itu wajibnya sekali sehingga kali kedua dan seterusnya hukumnya sunah sehingga pahala yang didapat pun pahala sunah. Dia juga berkata bahwa alangkah lebih baik jika saya menghajikan orang lain karena kita akan mendapatkan pahala wajib karena orang yang kita hajikan baru pertama kali berhaji. Ustadz, benarkah pendapat teman saya tersebut?

 

 

Ajaran Islam senantiasa menekankan untuk memiliki cara pandang terhadap suatu pekara secara komprehensif. Shalat misalnya, kita dituntut untuk berusaha melihatnya dari beberapa sisi. Tidak dibenarkan jika menilai kualitas shalat hanya dari aspek ritualnya saja yang notabene berurusan dengan fikih. Shalat perlu juga dilihat dari aspek substansi atau spiritualnya yang menyatakan bahwa shalat mencegah seseorang dari perbuat keji dan munkar.

alquran muasir

Demikian juga dengan haji. Jika berbicara pahala, berhaji pahalanya sangat besar. Kesan yang terasa ketika berhaji pun sungguh luar biasa sehingga membuat banyak orang rindu pergi haji untuk kedua kali, ketiga kali dan seterusnya. Padahal, sudah jelas bahwa kewajiban haji hanya satu kali dan selebihnya adalah sunah. Di sinilah perlunya kita melihat haji dari beberapa sudut pandang. Berangkat haji berkali-kali tidak dapat dipersalahkan, bahkan mungkin dipandang baik oleh individu yang bersangkutan.

Namun, bila kita coba melihatnya dengan pendekatan efektivitas dan skala prioritas, maka akan menjadi lebih bijak jika biaya haji yang kesekian kalinya tersebut disalurkan untuk menangani masalah-masalah umum yang dihadapi masyarakat Indonesia seperti peningkatan kesejahteraan kaum dhuafa dan ibadah sosial lainnya. Kenapa?

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

kalender
FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Komentar Artikel “Wajib Berhaji Hanya Sekali, Yang Kedua Sunnah, Benarkah?

  1. Insa’allah saya faham… Benar sekali, pandangan terhadap ibadah jgn hanya dilihat dari sisi saja…

Leave a Comment