Pelecehan Pelajaran Agama (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 78-82) Bag 2

alquran

Oleh ; Dr. H. Aam Amiruddin, M.Si

Pada ayat berikutnya, Allah berfirman mengenai sejumlah pengikut Nabi Musa yang tidak bisa membaca dan tulis dan tidak pernah belajar Taurat tetapi mengaku seolah-olah mereka menguasai kitab suci Taurat. Karena mereka sebenarnya belum pernah mempelajari Taurat, yang disampaikannya itu hanyalah karangan dan dongengan bohong.

alquran muasir

“Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Alkitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.” (Q.S. Al-Baqarah  [2] : 78)

Ayat ini harus menjadi pelajaran bagi umat Islam bahwa tidak dibenarkan berbicara atas nama ajaran Islam padahal kita tidak pernah membaca dan menelaah Al-Quran.  Jangan sembarangan berbicara atas nama Islam padahal kita tidak pernah mempelajari Islam. Kalau umat Islam berperilaku seperti ini, berarti mereka berperilaku seperti Yahudi. Ayat ini juga mengisyaratkan bahwa umat Islam harus rajin mempelajari ajaran-ajaran yang termaktub dalam Al-Quran supaya tidak mengalami kesesatan seperti yang dialami umat Nabi Musa a.s.

***

kalender

“Maka kecelakaan besar bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah,’ dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besar bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besar bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. Al-Baqarah  [2] : 79)

***

Ayat ini menggambarkan betapa beraninya orang Yahudi melecehkan ayat-ayat Allah. Mereka berani mengubah firman-firman Allah lalu memproklamirkan bahwa itu adalah firman Allah padahal itu tulisan atau buatan mereka sendiri.

Yang lebih parah lagi, seperti tercantum dalam ayat ke-78 tersebut bahwa mereka itu tidak mengetahui isi Taurat. Itu sebabnya kalimat “kecelakaan besar” diulang hingga tiga kali.

Ini adalah pelajaran berharga bagi umat Islam bahwa jangan sampai menyampaikan ajaran-ajaran Islam tanpa berbekal ilmu. Kita memang diperintahkan untuk berdakwah dan mengajak orang untuk berada dalam naungan Islam. Tetapi, kita wajib belajar Islam supaya tidak terjerumus seperti yang dilakukan oleh umat  Nabi Musa.

Mereka tidak pernah belajar Taurat dan membuat (kitab) karangan sendiri lalu berkata “Ini dari Allah”. Na’udzubillah, jangan sampai kita melakukan hal yang sama. Kita tidak pernah mempelajari Islam, lalu kita berkata pada orang lain bahwa inilah ajaran Islam padahal sebenarnya itu hanya karangan kita sendiri.

***

“Dan mereka berkata: ‘Kami sekali-kali tidak akan disentuh api neraka, kecuali beberapa hari saja.’ Katakanlah: ‘Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (Q.S. Al-Baqarah [2] :  80)

***

Tanpa didasari ilmu, sejumlah orang Yahudi melecehkan ajaran agama dengan mengatakan “Kami sekali-kali tidak akan disentuh api neraka, kecuali beberapa hari saja”. Ini gambaran betapa beraninya mereka menyebarkan ajaran kesesatan, melecehkan ajaran-ajaran agama, bahkan azab neraka pun mereka lecehkan. Mereka beranggapan bahwa azab (yang akan mereka terima) pasti tidak akan lama, hanya beberapa hari saja.

Yang dikatakannya itu hanyalah karangan mereka. Semua hanyalah pengakuan yang tanpa didasari nilai kebenaran Allah. Karena itu, pada ayat tersebut ada penegasan, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya”.

Artinya, apakah anggapan bahwa mereka tidak akan diazab kecuali hanya beberapa hari adalah janji Allah “ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” Jelaslah bahwa seluruh pengakuan mereka hanyalah mengada-ada. Allah Swt. tidak pernah menjanjikan bahwa mereka akan diazab hanya beberapa hari. Yang benar adalah mereka akan dizab dengan kekal yang disebabkan oleh dosa-dosa yang mereka lakukan sebagaimana ditegaskan pada ayat berikutnya.

***

“Bukan demikian, yang benar: Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”(Q.S Al-Baqarah [2] : 81)

***

Ayat ini menegaskan bahwa Allah akan mengazab secara kekal orang-orang yang hidupnya diliputi dosa. Dan. Allah akan memberikan balasan kebajikan pada orang-orang yang bertobat dari kesalahannya serta berjuang menghiasi diri dengan amalan-amalan saleh demi kemaslahatan hidup dunia dan akhirat. Hal ini ditegaskan dalam ayat berikutnya.

***

“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.”(Q.S Al-Baqarah [2] : 82)

***

Semoga kita menjadi orang-orang yang mampu mengisi hidup dengan keimanan dan berbagai amal saleh sehingga bisa mewarisi surga-Nya. Amin ya Rabbal alamin. Wallahu ‘alam.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment