Mampukah Junk Food Penuhi Gizi Seimbang ?

makanan sampah

Oleh: dr.Nur Siti Fathimah,SPA*

Menjamurnya makanan jajanan dewasa ini menyebabkan semakin beragamnya pilihan orang-orang yang lebih banyak menghabiskan waktu makan siangnya di luar rumah, baik anak-anak, remaja, karyawan, ataupun kalangan orangtua sendiri. Makanan jajanan atau yang lebih dikenal sebagai fast food mulai banyak dipertanyakan keamanannya sejak menjamurnya kasus overweight/obesitas di setiap golongan usia. Mengingat semakin meningkatnya kejadian penyakit dengan faktor risiko obesitas, istilah junk food sebagai nama lain kelompok makanan ini tidak asing lagi bagi telinga kita. Sejauh mana keamanan junk food untuk kita konsumsi akan kita coba bahas pada kesempatan ini.

alquran muasir

Pertumbuhan pada anak dan remaja maupun produktivitas kerja pada usia dewasa adalah hal yang sangat penting. Banyak faktor yang turut menentukan tinggi rendahnya sumber daya manusia, salah satu di antaranya adalah faktor gizi. Kelompok anak, remaja, dan usia produktif mendapat perhatian yang besar karena merupakan penentu kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang. Semakin meningkatnya kemajuan dan teknologi berdampak pada perubahan pola makan masyarakat yang lebih mudah terpengaruh oleh budaya makan di luar rumah.

Sejak usia anak-anak, umumnya kita telah aktif dan mandiri dalam menentukan makanan yang dikehendaki. Makanan yang disediakan oleh sektor informal biasanya merupakan makanan siap santap tradisional yang banyak dijumpai di hampir semua tempat di Indonesia, tetapi makanan tradisional ini semakin kurang diminati, khususnya oleh kelompok anak muda. Berbagai produk olahan seperti burger, ice cream, fried chicken, dan lain-lain sangat intensif dipasarkan. Remaja dan dewasa muda merupakan sasaran utama karena jumlahnya yang relatif besar dan jenis makanan ini sangat mengundang selera, praktis, penyajiannya cepat, juga menaikkan gengsi.

Kebiasaan makan ini ternyata menimbulkan masalah baru karena makanan siap saji umumnya mengandung lemak, karbohidrat,  dan garam yang cukup tinggi tetapi sedikit kandungan vitamin larut air dan serat. Bila konsumsi makanan jenis ini berlebih akan menimbulkan masalah gizi lebih yang merupakan faktor risiko beberapa penyakit degeneratif yang saat ini menempati urutan pertama penyebab kematian.

kalender

Irama kehidupan masyarakat saat ini umumnya memiliki aktivitas yang padat. Seorang yang aktif mungkin akan meninggalkan rumahnya pagi-pagi sekali dan tetap berada di luar rumah sampai waktu makan malam tiba, keadaan seperti ini membuktikan bahwa sulit untuk mempunyai waktu bersama-sama dengan keluarga dengan menu yang lengkap. Kondisi seperti ini menyebabkan mereka sering mengonsumsi makanan selingan atau makanan siap saji sebagai pengganti makanan lengkap pada saat waktu makan tiba.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment