Kerap Mimpi Sebelum Azan Shubuh, Apa Artinya?

shubuh

Saya pernah bermimpi didatangi oleh salah seorang kerabat. Dalam mimpi itu dia hanya memandangi saya. Ketika saya panggil bahkan saya kejar, dia malahan pergi menjauh. Tiga hari setelah mimpi itu, musibah tsunami datang dan kerabat saya tersebut tersapu air bah dan mayatnya tidak dapat ditemukan hingga sekarang. Dalam mimpi yang lain, saya berjalan bersama seorang pria dan seorang anak kecil. Kami menggunakan pakaian serba putih dan berjalan kaki menuju sebuah masjid untuk mengikuti pengajian. Dalam mimpi yang lain lagi, saya dimarahi oleh seorang. Saya berusaha meminta maaf namun dia tetap marah. Anehnya, mimpi-mimpi tersebut selalu terjadi menjelang Shubuh. Kira-kira apa arti mimpi saya tersebut, ustadz? 

 

 

 

Saudara yang dimuliakan Allah, dalam terminologi bahasa Indonesia, mimpi diistilahkan sebagai bunga tidur. Karena tidur dialami semua orang, maka dapat dipastikan kalau mimpi juga dialami oleh semua orang. Hanya saja, banyak orang yang kemudian resah dan gelisah ketika mendapati keburukan dalam mimpinya. Mereka memandang seolah-olah mimpi sebagai gambaran peristiwa yang sedang atau akan terjadi dalam kehidupan nyata.

Untuk menghilangkan keresahan setelah bermimpi, ada baiknya kita lihat bagaimana Islam mengatur urusan mimpi. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila kamu mengalami mimpi yang kau senangi, sebenarnya itu dari Allah, maka bertasbihlah kepada Allah dan ceritakanlah. Apabila kamu mengalami mimpi buruk yang tidak kamu senangi, sebenarnya itu dari setan, maka mohonlah perlindungan dari Allah dari kejelekan mimpi tersebut dan jangan kamu menceritakannya kepada orang lain, karena mimpi tersebut tidak membuatmu celaka.”

Dalam hadits Bukhari lainnya, Rasulullah menyatakan bahwa bila seseorang melihat Beliau dalam mimpinya, maka itulah wujud Rasulullah yang sebenarnya karena setan tidak bisa menjelma dalam wujud Rasulullah Saw.

Dua hadits tersebut di atas sudah cukup menjadi petunjuk mengenai bagaimana seharusnya kita menyikapi mimpi. Apa pun yang terjadi dalam mimpi, tidak perlu kita risaukan maupun tafsirkan, apalagi sampai mempercayai bahwa sesuatu yang dilihat dalam mimpi akan membawa dampak pada kehidupan nyata sehari-hari. Semua itu (tafsir mimpi) hanya kepercayaan turun temurun yang tidak akan pernah terbukti. Kalaupun terjadi, hal itu hanyalah bersifat kebetulan. Wallahu a’lam.

alquran muasir

*  Sampaikan pertanyaan Anda melalui email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut https://www.facebook.com/UstadzAam

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment