Tips Menjemput Rezeki Agar Miliki Harta Hakiki

7a

Setiap hari orang yang telah dewasa senantiasa bergelut dengan pekerjaan. Bekerja inilah salah satu cara atau ikhtiar untuk menjemput rezeki yang telah Allah berikan kepada semua hambanya tanpa kecuali. Perintah bekerja atau aktivitas dalam rangka menggapai rezeki ini merupakan salah satu perintah Allah Swt:

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Q.S. Al Jumu’ah: 10)

alquran muasir

Kita harus meyakini bahwa rezeki ini telah dijamin oleh Allah Swt dan dalam menggapainya atau mendapatkannya tidak perlu kawatir akan direbut orang lain. Pemahaman ini perlu sehingga dalam rangka meraih rezeki (bekerja) tidak melakukan perbuatan yang mengganggu orang lain atau melalakan etika dan aturan.Juga aktivitas curang yang bisa menimbulkan perselisihan.

Tidak ada satu pun makhluk bernyawa di bumi melainkan Allah menjamin rezeki mereka. Allah mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauĥ Maĥfūź). “ (QS.Hud:6)

Namun demikian tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang mempunyai “jatah” sendiri-sendiri. Bekerjanya sama namun hasilnya berbeda.Pengorbanannya lebih besar namun hasilnya malah lebih sedikit disbanding yang terlihat santai. Sebagai orang yang beriman tentu tidak perlu iri dengan rezeki yang didapat orang lain.

kalender

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakinya dan menyempitkan ( bagi siapa yang dikehendakinya ), akan tetapi kebenyakan manusia tidak mengetahui”,

(QS.Saba’: 36)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda bertebaran di bumi Allah untuk mencari rezeki.

  1. Luruskan niat

Pahamilah bahwa apa yang Anda lakukan adalah semata-mata karena perintah Allah.  Kebahagiaan anak, kesenangan istri, dan ketenangan orang tua hanyalah efek samping ketika perinta-Nya Anda jalankan. Barengi langkah pertama Anda keluar dari pintu rumah dengan basmallah sehingga setiap gerak kerja Anda diwarnai dengan nilai-nilai Illahi.

  1. Istighfar

Karena Anda tidak akan tahu berapa banyak dosa –baik besar maupun kecil, yang sengaja ataupun tidak–  Anda lakukan dalam interaksi dengan rekan kerja. Lebih dari itu istighfar menjadi salah satu kunci pembuka rezeki Anda sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadis. “Siapa yang banyak beristighfar, Allah akan membebaskannya dari berbagai kedukaan, akan melapangkannya dari berbagai kesempitan hidup, dan memberinya curahan rezeki dari berbagai arah yang tiada diperkirakan sebelumnya.” (H.R. Ahmad)

  1. Doa

Akan teramat sangat sombong jika terlalu yakin dengan kemampuan Anda atau tim dalam menyelesaikan sesuatu. Salah satu doa yang tidak boleh tidak Anda lafalkan setiap hari adalah doa untuk kedua orang tua. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Jika Seorang hamba tidak lagi mendoakan orang tuanya maka rezekinya akan terputus.” (H.R. Al Hakim dan Ad-Dailami)

  1. Optimis, kerja keras, jujur, serta jauhi iri dengki.

Adalah beberapa dari sekian sifat wajib yang harus ada dalam diri Anda. Kalau salah satunya masih belum dapat Anda aplikasikan, waktu yang ada dalam jam kerja Anda adalah kesempatan untuk terus belajar menjadi pribadi dengan kualifikasi seperti disebutkan di atas.

  1. Silaturahmi

Disebut juga relationship atau networking. Di samping memberi peluang bagi pertukaran informasi produk, pasar, dan bagaimana memasarkan produk, silaturahmi juga selalu menyediakan ‘bonus’ yang tidak akan terduga. “Barangsiapa yang ingin rezekinya dilapangkan dan usianya dipanjangkan maka peliharalah hubungan  silaturahmi.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

  1. Bersyukur

Anda tidak akan menyia-nyiakan peluang pertambahan rezeki dengan tidak mensyukurinya, kan? Allah berfirman, “Dan, tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah  kepadamu, dan jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (Q.S. Ibrahim: 7)

  1. Jangan lupakan bagian orang lain

Zakat, infak, dan shadaqoh adalah cara untuk menghindari kesenjangan sosial.  Dengan cara ini diharapkan ‘Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin’ tidak terjadi, atau paling tidak diminimalisir. Bukankah Anda tidak mau memakan harta yang di dalamnya masih terdapat hak-hak orang lain? Zakat, infak, dan shadaqoh adalah pembersih harta anda dari yang bukan hak Anda, sebagaimana firman-Nya, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan  dan menyucikan  mereka  dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu  ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. At-Taubah : 103)

Namun yang tidak kalah pentingnya adalah pemahaman kita akan rezeki tersebut yang tidak hanya sebatas materi semata. Apa pun yang Allah Swt anugerahkan kepada kita pada hakekatnya adalah rezeki dari Allah. Kesehatan,kelapangan waktu,kemampuan untuk senantiasa taat kepada-Nya serta istiqomah melakukan kebajikan dan sebagainya adalah bagian dari rezeki tersebut.

Kemudian Rasulullah saw. pun bersabda, “Sesungguhnya kekayaan itu bukanlah karena harta, akan tetapi kekayaan sebenarnya adalah kaya jiwa. Apabila Allah swt. menghendaki kebaikan untuk hamba-Nya, Dia akan menjadikan kekayaan (hamba itu) di dalam jiwanya dan menjadikan ketakwaan di dalam hatinya. Dan, apabila Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya, Dia menjadikan kefakirannya di hadapan matanya.’” (H.R. Raubani, Ibnu Lal, dan Ibnu Asakir dari Abu Hurairah)

 

Red: muslik

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment