Masyarakat Muslim Jabar Himbau Acara Kampore Advent Harus Jaga Suasana Kondusif

jambore pemuda advent

Universitas Advent Indonesia (UNAI) berencana mengadakan acara pertemuan keagamaan dan perkemahan pemuda Advent se-Asia Pasifik mulai 12 – 16 Juli 2016 di Kampus UNAI Parongpong Bandung Barat. Menurut informasi acara tersebut akan dihadiri sekira 6000 peserta dari beberapa Negara seperti Singapura, Jepang, Laos, Kamboja, Thailand dan sebagainya.

Menanggapi hal tersebut dalam rilisnya yang diterima redaksi, elemen ormas Islam dan masyarakat muslim Jawa Barat pengawal aqidah Islam yang cinta damai serta mendukung keutuhan NKRI menyampaikan pernyataan sikapnya sebagai berikut:

alquran muasir
  1. Meminta kepada Advent untuk tidak menyebarkan brosur , famplet, buletin dan semisalnya yang berisi ajakan kepada ajaran Kristen/Advent.
  2. Meminta supaya acara baksos atau acara yang melibatkan masyarakat umum semisal bersih bersih solokan dan lainya di tiadakan.
  3. Meminta kepada mereka untuk tidak mengadakan lagi acara yang melibatkan banyak orang bahkan lintas negara apalagi acaranya di adakan dalam waktu umat islam sedang merayakan hari kemenganya seperti Iedul Fithri sekarang.
  4. Meminta pihak Advent khususnya panitia untuk tidak melibatkan ormas keagamaan dan budaya dalam pengamanan acara tersebut kerena keamanan itu kewenangan kepolisian.
  5. Apabila acara tersebut tidak ada izinya, atau Advent melanggar kesepakatan atau pernyataan diatas maka diminta panitia dan kepolisian membubarkan acara tersebut.
Pertemuan masyarakat muslim Jabar dengan pihak Advent
Pertemuan masyarakat muslim Jabar dengan pihak Advent

Sementara itu Muhammad Dani selaku juru bicara masyarakat muslim Jawa Barat menambahkan  untuk agenda tour atau pawai ditempat umum agar peserta  tidak memakai simbol atau atribut keagamaan misal baju ada lambang salib. Hal ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan kesan penyebaran ajaran agama kepada masyarakat yang telah beragama. Dani juga menyampaikan pernyataan sikap dan permintaan tersebut bukan dimaksudkan sebagai sikap intoleransi melainkan sebagai sikap ajakan saling menghormati untuk menjaga kondusif dimana acara dilaksanakan pada masyarakat yang mayoritas muslim.

“Pernyataan sikap sekaligus permintaan warga muslim Jabar ini telah kami sampaikan dihadapan ketua panitia dengan disaksikan aparat kepolisian. Pihak panitia sendiri akan mengikuti dan merasa tidak keberatan,”pungkas Dani. [ ]

Rep: admin

kalender

Editor: iman

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment