Hasil Penelitian Tentang Sahabat Ideal dan Panduan Islam dalam Memilihnya

jabat tangan

Sahabat adalah keluarga yang kita pilih. Oleh karena itu, jika Anda salah pilih, bisa jadi seseorang yang Anda sebut sahabat malah membuat hidup Anda berantakan. Kenyataannya, memilih dan memiliki sahabat bukan persoalan mudah. Sebab, sama halnya dengan pasangan hidup, persahabatan juga membutuhkan kecocokan dan kenyamanan, entah kepribadian yang bertolak belakang, selama kompromi serta toleransi terus terjaga, maka persahabatan pun bisa langgeng hingga jangka panjang.

Menurut sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa persahabatan yang bertahan lama biasanya terdiri dari dua sifat dan karakter yang sarat perbedaan satu sama lain. Penelitian yang digagas oleh para peneliti dari Keystone College di Pennsylvania, Amerika Serikat, yang dipublikasikan hellogiggles belum lama ini mencoba menganalisa hubungan pasangan sahabat ideal. Analisa dinilai dari cara mereka menjadi sahabat, lalu meminta mereka menilai sahabatnya dengan tingkat kepribadian, dan tingkat persahabatan, spontanitas, kekhawatiran, serta tekanan dari diri mereka sendiri.

alquran muasir

Hasilnya, para peneliti menyimpulkan, mereka yang memiliki sifat ekstrover biasanya akan memilih sahabat dengan karakter diri yang berlawanan dengan mereka. Sementara itu, bagi orang yang lebih pendiam, biasanya menginginkan sahabat yang dapat mendorong mereka untuk keluar dari zona nyaman dan berani mengambil resiko.

Kemudian, penelitian juga mengungkapkan, kepribadian ideal seorang sahabat adalah orang berkepribadian ekstrovert, dengan sikap mudah setuju, stabil dalam hal emosi, konsisten, dan terbuka dengan perubahan. Mereka dengan kepribadian tersebut di atas, umumnya lebih mudah menemukan teman, tapi mereka membutuhkan orang dengan tingkat energi dan pribadi yang lebih tenang,  untuk saling mengimbangi.

 

Sahabat Sejati dalam Islam

kalender

Sebagai manusia yang berjiwa social tentu saja semua orang mempunyai teman atau sahabat. Namun sebagai seorang muslim tentu saja kriteria sahabat juga menjadi hal yang diatur dalam agama. Dalam satu kesempatan Rasulullah Saw pernah berbincang dengan para sahabat,lalu bersabda:

Maukah aku tunjukkan pada kalian tentang sesuatu yang derajatnya lebih utama daripada sholat, puasa, sedekah?” Para sahabat: ‘Mau, wahai Rasulullah!’ Beliau saw: “perbaiki pergaulan, karena rusaknya hubungan baik berarti mencukur, aku tidak mengatakan mencukur rambut, tapi mencukur agama” (HR. At-Tirmidzi)

Dalam hadis yang lain Rasulullah juga mengingat dengan sabdanya: “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.”  (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku.”

(HR. Muslim)

Ulama al-Hasan al-Bashri dalam sebuah kesempatan pernah memberi nasehat: “Perbanyaklah Sahabat-sahabat mu’minmu, karena mereka memiliki Syafa’at pd hari kiamat”. Sementara Imam Syafi’i berkata

Jika engkau punya teman – yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali

Para ulama menjelaskan tentang sahabat yang baik adalah seperti ini :

Lukman alhakim menasihati anaknya:

  1. Wahai anakku setelah kau mendapatkan keimanan pada Allah, maka carilah teman yg baik dan tulus..
  2. Perumpamaan teman yg baik seperti “pohon” jika kau duduk di bawahnya dia dpt menaungimu, jika kau mengambil buahnya dpt kau makan..

Jika ia tak bermanfaat utk mu ia juga tak akan membahayakan-mu..

Menurut Imam al-Ghazali ada dua belas kriteria sahabat :

  1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu.
  2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.
  3. Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.
  4. Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.
  5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.
  6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya.
  7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.
  8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.
  9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.
  10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.
  11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu.
  12. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.

Perlu diingat adalah pengaruh sahabat itu kepada diri kita sendiri. Sedikit banyak sahabat akan berpengaruh pada diri kita,sahabat baik akan berpengaruh baik dan sebaliknya. Ini seperti yang telah Rasulullah nasehatkan kepada para sahabatnya dan tentu saja berlaku bagi umat.

Dari Anas, dia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, ”Dan perumpamaan teman duduk yang baik itu bagaikan penjual minyak wangi kasturi, jika minyak kasturi itu tidak mengenaimu, maka kamu akan mencium bau wanginya. Dan perumpamaan teman duduk yang jelek adalah seperti tukang pandai besi, jika kamu tidak kena arangnya (percikannya), maka kamu akan terkena asapnya.” (HR. Abu Dawud).

Teman atau sahabat bukan sekadar seseorang yang bisa diajak untuk menikmati waktu bersama. Seorang teman bisa membantu melakoni amalan-amalan hebat yang memicu pahala dan surge-Nya. Hal-hal penting yang harus dipikirkan ketika memilih teman adalah kedekatan mereka kepada Allah.  Kedekatan tersebut bukan hanya dari penampilan semata akan tetapi juga melalui tingkah laku, tabiat, akidah, dan tindak-tanduknya.

Untuk itu carilah  sedikitnya seorang teman baik dan shalih yang bisa menjadi batu loncatan bagi kita menuju surga. Semoga sahabat-sahabat yang telah kita kunjungi selama silaturrahim Idul Fitri kemarin menjadi sahabat sejati kita. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

 

Ilustrasi foto: pixabay

.

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment