Teruskan 5 Aktivitas Ini Meski Ramadhan Telah Berlalu

43

Ramadhan bulan yang mulia dengan segala kebaikannya telah meninggalkan kita bersama. Selama sebulan penuh segala aktivitas baik kita dicatat sebagai amal shalih yang pahalanya dilipatgandakan. Namun meski Ramadhan telah berlalu ada beberapa aktivitas baik yang harus tetap dan terus ditingkatkan sebagaimana bulan pendidikan yang lulusannya bersemangat untuk mengamalkannya. Ada beberapa kebiasaan yang harus tetap dilanjutkan sesudah Ramadhan ini antara lain:

  1. Shalat berjamaah

Selama Ramadhan ibadah shalat khususnya yang wajib senantiasa kita lakukan berjamaah di masjid dari Subuh hingga Isya bahkan dilanjutkan dengan Tarawih. Selama Ramadhan masjid terasa sempit karena banyaknya jamaah yang shalat di masjid. Namun seiring berlalunya Ramadhan biasanya masjid akan kembali pada suasana sebelumnya sepi atau hanya beberapa orang saja yang shalat di masjid. Seharusnya semangat shalat berjamaah ini harus terus ada setelah Ramadhan usai hingga kita dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan.

alquran muasir
  1. Tilawah Al-Qur’an

Begitu juga dengan aktivitas ini selama Ramadhan kita pernah menargetkan khatam (selesai) 1 Juz atau 2 Juz bahkan 3 Juz dan seterusnya. Untuk itu meski Ramadhan telah berlalu maka kebiasaan ini tidak boleh kendur.

  1. Qiyamul lail (shalat malam)

Selama Ramadhan aktivitas qiyamul lail atau shalat malam begitu semangatnya kita lakukan bahkan menjelang shalat Isya kita sudah tiba di masjid. Begitu usai kultum kita bersemangat mengerjakannya dengan berjamaah yakni shalat Tarawih. Bahkan aktivitas ini kita lakukan dengan mengajak anggota keluarga. Tak berhenti Tarawih saja sebagian masih menambahnya dengan shalat malam (tahajud) usai kembali ke rumah.

Untuk itu seharusnya semangat yang sama harus terus dilanjutkan setelah Ramadhan berlalu. Meski tidak ada lagi shalat Tarawih di luar Ramadhan namun kebiasaan qiyamul lail atau tahajud ini harusnya tetap kita kerjakan.

kalender
  1. Peduli sesama (Jiwa sosial)

Hampir kebanyakan kas masjid atau perolehan infaq, sedekah dan zakat selama Ramadhan mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan tingginya kaum muslimin dalam melakukan amaliyah dengan harta tersebut. Selain itu kegiatan sosial lainnya seperti buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa, pembagian sembako dan sebagainya juga marak dilakukan selama Ramadhan baik yang dilakukan individu maupun lembaga.

Untuk itu jiwa-jiwa sosial atau semangat berbagi dengan sesama tersebut juga perlu dilakukan di luar bulan Ramadhan.  Namun yang perlu dilakukan adalah adanya langkah manejemen untuk mengelola atau mengarahkan kegiatan tersebut menjadi lebih produktif dan tidak sekedar bersifat konsumtif.

  1. Semangat belajar (thalabul ‘ilmi)

Selama Ramadhan ragam kajian keislaman yang digelar oleh majelis taklim, masjid maupun lembaga dakwah lainnya seperti jamur dimusim penghujan. Menjelang shalat Tarawih biasanya ada kultum begitupun usai shalat Subuh. Bagi karyawan perkantoran usai shalat Dhuhur juga ada kajian di masjid-masjid perkantoran sebagai pengganti aktivitas makan siang. Belum lagi diakhir pecan biasa masjid-masjid juga menggelar kegiatan pengajian, tabligh akbar hingga dauroh selama beberapa hari. Begitu pun dengan kegiatan anak-anak yang mengikuti acara pesantren kilat (sanlat) yang marah digelar di masjid-masjid selama Ramadhan dan ragam kegiatan lainnya.

Hendaknya aktivitas ini tidak berhenti hanya karena suasana Ramadhan telah berlalu. Semangat mencari ilmu (thalbul ‘ilmi) hendaknya kita tekankan kepada anak-anak juga sehingga belajar agama tidak hanya semarak di bulan Ramadhan saja. Wallahu’alam. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment