Bermimpi Ketemu Almarhum, Siapakah yang Hadir dalam Mimpi Itu?

mimpi

Ustadz yang saya hormati, pada suatu hari saya pernah bermimpi bertemu dengan ayah saya yang sudah meninggal dunia.  Sebenarnya siapakah yang muncul dalam mimpi saya tersebut? Apakah sosok tersebut memang roh almarhum ayah saya ?

 

Fenomena mimpi banyak dibicarakan para ilmuwan, baik dari sudut medis ataupun psikologi. Di sini kita tidak akan membicarakannya dari sudut ilmu-ilmu tersebut, tetapi akan membedahnya dengan sabda Rasulullah saw, “Mimpi itu ada tiga. Mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi yang menyedihkan berasal dari setan, dan mimpi yang datang dari obsesi seseorang. Jika salah seorang di antara kalian mimpi yang menyedihkan maka hendaklah dia bangun lalu shalat dan tidak menceritakannya pada orang lain.” ( H.R. Bukhari dan Muslim )

alquran muasir

Rasulullah saw bersabda, “Mimpi yang baik adalah dari Allah. Sedangkan mimpi yang menakutkan berasal dari setan. Barang siapa mimpi yang tidak menyenangkan maka hendaklah dia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan berlindung diri kepada Allah dari setan maka mimpi tersebut tidak akan membahayakannya.” ( H.R. Bukhari dan Muslim )

Sahabat Jabir r.a. berkata, seorang Arab Baduy datang kepada Nabi saw seraya mengadu, “Ya Rasulullah, saya bermimpi seolah-olah kepalaku dipukuli hingga pusing dan berat.” Rasulullah bersabda kepadanya, “Jangan ceritakan pada orang bahwa setan mempermainkanmu dalam tidurmu.” ( H.R. Muslim dan Ibnu Majah )

Bertolak dari hadis-hadis di atas, kita bisa membuat sejumlah kesimpulan :

kalender
  • Apabila kita bermimpi baik, berarti mimpi tersebut datang dari Allah, kita wajib mensyukurinya dan boleh menceritakannnya kepada orang lain sebagai wujud rasa syukur.

 

  • Apabila kita bermimpi buruk atau menakutkan, berarti mimpi tersebut datang dari setan, kita wajib berlindung diri pada Allah, bahkan kalau memungkinkan meludah tiga kali ke sebelah kiri dan jangan menceritakannya pada orang lain. Sebab kalau kita menceritakannya, setan akan merasa senang kalau gangguannya itu menjadi bahan pembicaraan manusia.

 

  • Kita harus berhati-hati kalau mimpi bertemu dengan orang yang sudah meninggal, misalnya bertemu dengan ayah atau ibu kita yang sudah wafat, sebab dikhawatirkan setan menyerupainya. Jadi, kalau kita bermimpi bertemu dengan orang yang sudah wafat, sebaiknya kita berlindung diri kepada Allah karena dikhawatirkan itu adalah setan yang menyerupai almarhum.

 

Wallahu a’lam.

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

2 Komentar Artikel “Bermimpi Ketemu Almarhum, Siapakah yang Hadir dalam Mimpi Itu?

  1. Aris

    Saya juga pernah mimpi bertemu dengan ayah saya, padahal sejak kedua orang tua saya bercerai saya tidak pernah bertemu lagi dengan beliau, bahkan saya tidak pernah tahu dimana dia berada.
    Mimpi tersebut berulang selama 3 malam berturut2, dengan jalan cerita yg sama, apakah ini mimpi dari setan, atau kabar dari Alloh ustadz?
    Selama ini saya meyakini bahwa itu adalah kabar bahwa beliau (ayah saya) telah meninggal dunia.
    Terima kasih jika ustdz berkenan memberikan pendapat.

  2. iwa qoswa

    اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
    Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

    وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ
    Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

Leave a Comment