Keutamaan Kalimah Tahlil Yang Jarang Diamalkan

imageedit_3_6911052111

Oleh: Syarif Hidayat *

Suatu waktu Musa ‘alaihissalâm memohon kepada Allah supaya diajari sebuah kalimat yang bisa dijadikan wasilah untuk berdoa, “Ya Rabb, ajarkan kepadaku sesuatu yang aku bisa berdzikir dan berdoa kepada-Mu dengannya!” Maka Allah menjawab permohonan beliau dengan ungkapan yang sangat tegas, “Katakanlah wahai Musa, ‘Lâ ilâha illâ Allâh’.” Mendengar jawaban Allah demikian, Musa seakan-akan merasa kurang puas seraya beliau berkata, “Ya Rabb, setiap hamba-Mu juga mengucapkan hal itu?” mungkin Musa menginginkan kalimat yang special untuk dirinya semata. Namun, justru Allah mengulangi perintahnya tersebut, “Hai Musa, ucapkanlah, ‘Lâ ilâha illâ Allâh.’” Musa pun akhirnya mengucapkannya, “Lâ ilâha illâ Anta” Kemudian Allah menjelaskan, “Hai Musa, seandainya tujuh lapis langit beserta penghuninya selain Diri-Ku, begitu juga tujuh lapis bumi berada dalam satu piringan timbangan dan kalimat ‘Lâ ilâha illâ Allâh’ ada dalam piringan timbangan lainnya, niscaya kalimat ‘Lâ ilâha illâ Allâh’ mengalahkannya.” (H.R. Ibn Hibban dan al-Hakim)

alquran muasir

Hadits di atas menunjukkan keutamaan kalimat Tahlil di atas semua ciptaan Allah. Suatu ucapan ringan di lisan namun bobot kandungannya luar biasa. Sayangnya, tidak semua orang muslim mengerti masalah ini, bahkan tidak jarang orang rutin melafalkannya tetapi kandungan maknanya tidak pernah diresapi, sehingga alih-alih menjadi akidah dan pegangan hidup tetapi hanya sekedar ucapan tanpa makna. Padahal, kalimat tahlil akan menjadi spirit dalam hidup bila kita memahami kandungannya dengan benar.

Konsekwensi kalimah Tahlil sejatinya menuntut kita untuk meniadakan ilah-ilah selain Allah dalam diri. Almarhum Bang ‘Imad (Dr. Ir. Muhammad ‘Imaduddin ‘Abdulrahim) di dalam Kuliah Tauhidnya diawal tahun 80an menyebutkan, bahwa kata “ilah” yang selalu diterjemahkan “Tuhan” di dalam al-Qur’an dipakai untuk menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan atau dipentingkan manusia. Misalnya, di dalam Q.S. al-Jatsiyah ayat 23 dan al-Furqan ayat 43, Allah Ta’ala berfirman: “Tidakkah kamu perhatikan betapa manusia meng-ilahkan keinginan-keinginan pribadi mereka?”

Dengan demikian, kita takkan sempurna ketauhidannya selama segala syahwat dan keinginan nafsu kita masih mendominasi diri dan terus menerus memalingkan tujuan pokok hidup untuk berbakti kepada Allah. Orang sering menyebut ‘tuhan-tuhan’ kerdil manusia umumnya adalah tiga ‘Ta’, yaitu harta, tahta, dan wanita, walaupun mungkin hari ini tiga ‘Ta’ itu bertambah dengan permata, wisata, senjata, dan ‘ta, ta’ lainnya.

kalender

Berarti selama kita mengutamakan harta, tahta, atau wanita di atas panggilan Allah dan Rasul-Nya maka kalimah Tahlil yang dirutinkan selepas shalat fardhu, umpamanya, masih belum mempunyai bobot dalam hidup kita. Sehingga, tidak aneh bila kita sering menjumpai orang muslim lebih menomorsatukan urusan duniawinya ketimbang kewajiban untuk ruku’ dan sujud di hadapan Allah Tabâraka wa Ta’âlâ.

Barangkali mereka lupa bahwa sejatinya harta kekayaan yang ia kejar-kejar setiap hari pada hakikatnya adalah anugerah Allah sebagai titipan amanah yang ujung-ujungnya akan dimintai pertanggungjawaban kelak pada hari Kiamat. Padahal, Allah telah mengingatkan, “Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” (Q.S. al-Mu’minun, ayat 55-57). Wallahu’alam. [ ]

*Penulis adalah peserta KSU-DDII-Baznas program doctoral (S3) di UIKA Bogor dan pegiat dakwah

 syarif hidayat 2

 

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment