3 Kewajiban Utama Orangtua terhadap Anak

anak harta tahta

Mempunyai anak yang dapat menjadi penyejuk hati tentu tidak semudah memesan makanan capat saji melalui drive thru. Diperlukan perjuangan dan dedikasi yang tinggi sebelumnya agar anak yang kita lahirkan menjadi pribadi berakhlakul karimah. Saking tingginya porsi dedikasi yang diperlukan untuk mendidik anak, orangtua harus bersabar dan tidak boleh mengeluh karena toh hal tersebut adalah kewajiban kita sebagai orangtua.

Lantas, kewajiban apa saja yang harus dipenuhi orangtua terhadap anaknya? Sebenarnya jika dikupas ada banyak yang harus orangtua berikan kepada anak-anaknya bukan materi saja. Namun setidaknya ada tiga kewajiban orangtua terhadap anak-anaknya yakni mendidik, menjamin masa depan, serta mengajarkan berbuat baik serta berbakti kepada orangtuanya. Diantaranya yaitu:

alquran muasir
  1. Mendidik Anak

Ini adalah kewajiban yang tidak boleh ditawar. Baik-buruknya seorang anak akan ditentukan oleh pendidikan yang diperolehnya dari kedua orangtuanya. Di sini, saya tidak akan membahas tentang apakah anak harus disekolahkan di sekolah Islam terpadu, dipesantrenkan, atau pun menyekolahkan anak ke luar negeri. Setiap orangtua tentu lebih mengetahui kebutuhan serta pemenuhan pendidikan putra-putrinya berdasarkan kemampuan masing-masing. Lebih penting dari itu semua, setiap orangtua harus memberikan pendidikan dasar, yaitu akidah dan akhlak, kepada anak-anaknya.

Sebuah hadis menjelaskan, “Di antara kewajiban orangtua terhadap anaknya adalah mendidik akhlaknya dan membaguskan namanya.” (H.R. Baihaqi)

Setelah anak dikenalkan kepada Tuhan-nya melalui pendidikan akidah, anak juga harus mendapatkan pendidikan akhlak sebagai bekalnya bergaul di lingkungan sekitarnya. Kedua hal tersebut, jika terinternalisasi dengan baik dalam diri seorang anak, insya Allah akan melahirkan pribadi madani yang tidak akan mudah tergoyahkan oleh bujuk rayu kemaksiatan.

kalender
  1. Menjamin Masa Depan Anak

Mendengar kalimat tersebut, mungkin yang terbayang dalam benak sebagian orangtua adalah asuransi pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Hal tersebut mungkin benar jika definisi masa depan yang dimaksud adalah masa depan duniawi. Silakan saja para orangtua berikhtiar menjamin masa depan anak dengan caranya masing-masing. Namun demikian, saya ingin mengingatkan bahwa masa depan anak tidak sebatas kehidupan duniawinya saja.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Ajarilah anak-anakmu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk suatu zaman yang kamu tidak akan mengalaminya.”

Allah Swt. juga berfirman,

“Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka dan khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan berbicara dengan tutur kata yang benar.”

(Q.S. An-Nisā’ [4]: 9)

Kalimat keturunan yang lemah dalam ayat tersebut dapat bermakna lemah pendidikan, ekonomi, ataupun akidahnya. Sehingga, ketika kita mempersiapkan masa depan anak, hendaknya kita juga mempersiapkan anak dalam konteks menjalani kehidupan akhiratnya kelak.

  1. Mengajarkan Berbuat Baik serta Berbakti kepada Orangtuanya

“Allah akan merahmati orangtua yang membimbing anaknya untuk berakhlak mulia kepadanya.” (H.R. Ibnu Abi Syaibah)

Ini menjadi semacam barometer keberhasilan pendidikan yang diberikan oleh orangtua kepada anaknya. Jika akhlak seorang laki-laki dinilai dari perlakuan terhadap istrinya, maka alat ukur kebaikan akhlak seorang anak dilihat dari mampu atau tidaknya dia berbuat baik kepada kedua orangtuanya. [ ]

 

Disarikan dari buku “Muliakan Ibumu” karya Dr.H.Aam Amiruddin

 Buku Muliakan Ibumu 1

Red:admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment