Membangun Anak Surga Agar Kembali Ke Surga, Begini Caranya

178

Kehadiran seorang anak akan menambahkan kebahagian dalam keluarga sebagai buah cinta suami istri. Anak akan menjadi anugerah sekaligus amanah dari Allah Swt yang harus terus dijaga hingga kembali kepada-Nya dalam keadaan fitrah seperti kelahirannya. Seperti yang telah Rasulullah Saw pesankan kepada setiap orangtua:

Setiap anak dilahirkan dlm keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. Bukhari Muslim)

alquran muasir

Agar anak senantiatiasa dalam keadaan fitrah sebagai karunia dari surga yang kelak akan kembali lagi ke surga maka orangtua harus mendidik dan mengasuhnya dengan baik dan benar. Teladan dan pola pengasuhan buah hati yang sempurna telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw kepada putra putrinya maupun kepada para sahabatnya. Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan ini sebagai berikut:

  1. Mengenalkan Allah Sejak Dini

Ini adalah pondasi yang paling utama dimana menanamkan ketauhidan pada anak adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar. Pokok ajaran Islam adalah menanamkan ketauhidan kepada ummat manusia. Hal pertama inilah yang diajarkan oleh Rasulullah Saw adalah ilmu tauhid atau ilmu mengenal Allah. Karena bagaimana mungkin kaumnya akan mengikuti ajakan untuk mengerjakan perintah-perintah Allah saat mereka tidak mengenal sosok yang memerintahkannya. Hal ini pula yang dipraktekkan Luqman Al Hakim kepada putra putrinya yang ditegaskan dalam Al-Qur’an:

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Lukman: 13)

kalender

Sebelum mengajak anak untuk mengerjakan perintah-perintah Allah Swt, ayah bunda harus bisa mengenalkan Allah pada si buah hati. Ada banyak cara untuk mengenalkan Allah sejak dini pada anak, bisa dengan membacakan dongeng-dongeng islami, mengenalkan asma-Nya atau bisa juga dengan memberi contoh pada kehidupan sehari-hari. Misalnya, bunda bisa memberi pertanyaan, seperti “nak, pernah nggak lihat jantungnya semut? Bayangkan, Allah bisa loh membuat jantung pada makhluk sekecil itu”. Mendengar itu maka anak pasti akan merasa kagum dan tertarik untuk mengenal Allah.

Dengan memberi contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak akan lebih mudah untuk menyadari adanya Allah. Dzat yang luar biasa hebatnya dan pencipta segalanya. Jika anak sudah mengenal Allah, bunda tidak perlu khawatir kesulitan menyuruh anak agar taat pada perintah-perintah Allah, anak akan dengan senang hati mengerjakannya karena sudah ada iman yang tertanam di hati

  1. Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan Allah Swt dengan diberikan akan, pikiran, hati dan pengetahuan. Namun itu semua belum cukup menuntun manusia ke jalan yang benar karena manusia juga mempunyai nafsu dan emosi sehingga dapat tergelincir. Untuk itu Allah Swt menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk dalam mengarungi hidup, seperti yang ditegaskan Allah dalam firman-Nya:

Pada bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, serta sebagai pembeda antara yang benar dan yang batil…..” (QS.Al Baqarah: 185)

Al-Qur’an sebagai petunjuk sekaligus pembeda antara yang baik dan buruk, benar dan salah serta yang halal dan haram maka hanya orang-orang yang beriman saja dapat membedakan itu semua. Untuk itu anak-anak harus dikenalkan tentang Al-Qur’an sebagai pedomannya selama hidup di dunia sehingga ia tidak mudah tergoda dengan gemerlap duniawi. Salah satu cara agar anak mencintai Al-Qur’an lalu mengamalkannya adalah dengan membacakannya baik kisah, teladan, keuntungan serta kerugian orang yang meninggalkan Al-Qur’an.

  1. Mencintai Shalat

Ada banyak hikmah dan keutamaan tentang aktivitas shalat ini seperti yang ditegaskan Rasulullah Saw dalam haditsnya, misalnya shalat adalah amalan yang pertama dinilai oleh Allah Swt atau yang membedakan antara orang mukmin dengan orang kafir adalah shalat dan sebaginya. Sebagai seorang yang telah Allah Swt beri hidayah dengan memeluk Islam sebagai agamanya maka anak harus senantiasa untuk terus menjaga shalatnya. Dengan menjaga shalat maka ia telah menegakkan agama Islam, seperti yang disabdakan Rasulullah Saw:

“Shalat adalah tiang agama. Barang siapa yang menegakkan shalat,maka berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkan shalat berarti ia merobohkan agama”. (HR. Bukhari Muslim)

  1. Mengenalkan dan Mengajak Dakwah

Islam bukanlah agama atau ajaran individualis atau yang mengedepankan sifat dan sikap egoisme. Sekiranya Islam hanya untuk diri Muhammad Saw agar mendapat kenikmatan surga tentu beliau tidak adakan mengajak keluarganya apalagi orang lain. Namun Islam sebagai rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamin) maka semua rasul dan pengikutnya diperitahkan untuk mengajak ummatnya atau orang lain agar selamat dunia akhirat. Kewajiban ini pula yang dibebankan kepada pengikuta Rasulullah Saw yakni kita sebagai ummat Islam hingga akhir zaman untuk terus melakukan dakwah. Seperti yang difirmankan Allah Swt:

Serulah manusia pada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya, Tuhanmu, Allah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Allah yang lebih menge-tahui siapa yang mendapat petunjuk. ( QS.An-Nahl:125).

Aktivitas dakwah juga bisa dipahami sebagai salah satu bentuk kepedulian dan empati kepada orang lain sehingga anak tidak mempunyai sifat egois. Ada banyak cara yang dapat dilakukan ayah bunda agar anak mengenal dunia dakwah seperti menceritakan kisah para Nabi dan Rasul, menonton film dakwah, mengajak kepengajian dan sebagainya.

Tentu masih banyak cara yang dapat dilakukan ayah bunda dalam menjaga buah hati agar tetap fitrah sehingga tergolong orangtua yang amanah. Namun setidaknya dengan melakukan langkah-langkah diatas maka karakter anak-anak yang shalih shalihah akan terbentuk sehingga kebaikan-kebaikan yang lainnya seperti berbakti kepada orangtua, cinta sesama, rela berkurban dan sebagainya akan mengikuti. [ ]

 

Disarikan dari buku “Anak Dari Surga Menuju Surga” penulis  Ida S.Widayanti

Buku Anak Surga 1

Red: admin

Editor:iman

Ilustrasi foto:pixabay

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment