Hamil dengan Inseminasi, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

sperma

Ustadz Aam yang saya hormati, bolehkan seorang muslimah melakukan inseminasi buatan untuk memperoleh keturunan.  bagaimana sebenarnya hukum melakukan inseminasi dalam kaidah islam?

 

Saudara yang dimuliakan Allah, keturunan merupakan salah satu karunia yang Allah berikan kepada manusia. Kehadiran keturunan akan membuat hidup semakin penuh warna. Kebahagiaan dan ketentraman kian bermakna dengan kehadiran buah hati. Allah berfirman, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Q.S. Ali Imran [3]: 14).

alquran muasir

Saya ikut mendoakan agar saudara-saudara yang sampai saat ini belum dikarunia anak agar segera memiliki keturunan demi menambah kesenangan dan kebahagiaan hidup di dunia.

Mengenai pandangan Islam tentang inseminasi yang ditempuh untuk memperoleh keturunan, kita kembalikan hal itu pada dalil umum mengingat cara seperti itu merupakan penemuan baru yang belum terjadi di jaman Rasul sehingga tidak akan kita temukan dalil rinci mengenai hal tersebut.

Sejauh ini, ikhtiar memperoleh keturunan yang sah dalam Islam hanya melalui hubungan suami istri yang memungkinkan terjadinya proses percampuran antara sperma dengan sel telur secara langsung. Sementara itu, inseminasi adalah proses percampuran atau penempatan sperma pada ovum (organ reproduksi) secara tidak langsung.

kalender

Pada prinsipnya, kedua proses tersebut tidak memiliki banyak perbedaan, hanya prosesnya saja ada yang langsung dan ada yang tidak langsung. Kalau memang proses memperoleh keturunan dengan cara konvensional (hubungan suami istri secara langsung) sudah dicoba dan tidak membuahkan keturunan, maka inseminasi buatan sah-sah saja dilakukan selama sperma yang dipergunakan adalah betul-betul suami yang bersangkutan. Jika tidak, maka hal tersebut haram hukumnya. Wallahu a’lam.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment