Apakah Pahala Shaum dan Dosa Korupsi Itu Berkorelasi?

korupsi

Mungkin pertanyaan saya ini konyol. Meski demikian, ini menggelitik nurani saya dan saya tetap ingin menanyakannya kepada ustadz. Pertanyaan saya, apakah para koruptor itu pahala shaumnya akan diterima oleh Allah Swt., ustadz? Terima kasih sebelumnya atas penjelasan ustadz.

 

Shaum Ramadhan seperti halnya ibadah pada umumnya memiliki dua unsure penting, yaitu unsur kaifiyat (ritual) yang diatur dalam teori fiqih dan unsur ruhiyah (spiritual) untuk mengukur kualitas ibadah yang dilakukan. Berdasarkan pada tinjauan fiqih yang dikembangkan para Fuqaha, shaum Ramadhan itu sah apabila tidak melakukan hal-hal yang membatalkan shaum itu sendiri yaitu makan, minum dan berhubungan suami istri.

alquran muasir

Pada unsur ini, masalah maksiat, dosa atau kejahatan (kriminalitas) tidak masuk dalam ruang lingkup yang dibahas. Artinya, seseorang yang melaksanakan saum dengan menjauhi pembatal-pembatalnya meski di sisi lain sedang berperkara dengan hukum akibat pelanggarannya, maka saumnya tetap sah.

Akan tetapi dari sudut pandang ruhiyah, seseorang yang melaksanakan saum namun tidak meninggalkan maksiat dan dosa lainnya, dipastikan saumnya bermasalah besar. Karena diketahui bahwa tujuan saum itu sendiri adalah melatih subjeknya untuk menahan diri dari perbuatan yang dilarang. Masalah besar itu muncul mulai dalam bentuk kehilangan pahala, tidak diterima shaumnya sampai datangnya laknat Allah akibat melecehkan saum yang dilaksanakannya sendiri dengan perbuatan dosanya.

Sesuai sabda Nabi SAW. :

kalender

Banyak yang melaksanakan saum, tapi tidak mendapat pahala apapun kecuali laparnya. ( Nasaiy )

“Siapa saja yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan amalan atas dusta itu, maka Allah tidak butuh dengan (amalan) meninggalkan makan dan minumnya (puasa).” (Hr. Bukhori, Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Perbuatan korupsi merupakan bentuk pelanggaran berat dan boleh jadi termasuk berdosa besar. Ketika ibadah saum Ramadhan tiba dan pelanggaran tersebut tidak ditobati ( dengan menyerahkan diri pada proses hukum ), maka dipastikan saumnya tidak berpahala dan sulit untuk diterima disisi Allah SWT.

Wallahu a’lam

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment