Bolehkah Itikaf Sambil Bawa Laptop Kerja?

masjid
FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerSilakan Share

Bolehkah itikaf sambil membawa laptop untuk keperluan pekerjaan atau up-date berita via internet?

 

Ajaran Islam sangat memberikan ruang seluas-luasnya untuk kemajuan IPTEK demi kemakmuran hidup manusia. Namun, dalam beberapa hal perlu pengkajian terkait pemanfaatan kemajuan teknologi dalam kerangka beribadah kepada Allah seperti yang Anda ditanyakan. Untuk menjawabnya, perlu kiranya kita cermati hadits dari Ibnu Umar r.a. berikut ini. “Rasulullah Saw. biasa beritikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah membiasakan diri untuk beritikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, bahkan dua puluh hari terakhir menjelang wafatnya. Ketika hendak beritikaf, Rasulullah meninggalkan semua aktivitas yang bermuatan duniawi. Itulah sebabnya mengapa sebagian ulama memberikan pengertian bahwa itikaf adalah “berdiam diri” di masjid sebagai bagian dari ibadah shaum agar dapat mendekatkan diri kepada Alah Swt. Dari pengertian ini saja sudah cukup untuk menjawab pertanyaan tesebut. Hendaknya, semua kegiatan dalam itikaf harus dimaksudkan untuk mensupport tujuan itikaf tersebut. Jika diketahui ternyata kegiatan tersebut justru mengganggu aktivitas taqarub kepada Allah, harus dijauhkan.

Menggunakan faslitas laptop untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaannya sehari-hari, menurut hemat saya, sudah menyalahi semangat itikaf. Meng-up-date berita di internet tidak sepenuhnya ada pada jalur yang dapat membantu taqarub kepada Allah Swt. Pasalnya, tidak semua berita menyuguhkan informasi yang positif dan bermanfaat. Selain itu, kemungkinan munculnya gambar yang negatif saat browsing bisa menganggu kemurnian itikaf. Untuk sekadar menjadi bahan renungan, berikut beberapa yang dapat membatalkan itikaf.

– Berbuat dosa besar.
– Bercampur dengan istri.
– Hilang akal karena gila atau mabuk.
– Datang haid atau nifas dan semua yang mendatangkan hadats besar.
– Keluar dari masjid tanpa ada keperluan yang mendesak atau uzur.
– Orang yang sakit dan membawa kesulitan dalam melaksanakan itikaf.

Wallau a’lam.

Leave a Comment