Sudahkah Kita Mencintai Allah dan Rasul-Nya Melebihi Segalanya ? Ukur Dengan Ini

49

Oleh: H. Nanang Hidayat*

Salah satu sifat atau kecenderungan manusia adalah adanya rasa cinta kepada kesenangn hidup di dunia, sebagaimana difirmankan-Nya dalam QS. Ali Imraan 14 “Dijadikan indah dalam pandangan (manusia) kecintaan kepada apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”.

alquran muasir

Bentuk cinta ini disebut hubbusy syahwat. Allah Swt tidak melarang manusia untuk mencintai pasangan dan anak-anak, karena anak dan pasangan hidup, suami atau istri, bisa jadi ladang ibadah, juga tidak melarang untuk mencari kesenangan dunia dalam bentuk harta kekayaan, bahkan Allah Swt memerintahkan manusia untuk bertebaran di muka bumi dalam mencarinya, karena harta dapat dijadikan bekal untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam salah satu hadits, Rasul Saw pernah bertanya kepada para sahabatnya, siapa yang lebih mencintai dirinya dari pada yang lainnya, seorang sahabat menjawab dia adalah yang sangat mencintai dirinya, namun kemudian Rasul Saw menyampaikan bahwa kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya harus melebihi kecintaan kepada diri massing-masing, selanjutnya sahabat tersebut menyampaikan bahwa dia mencintai Alloh dan Rasul-Nya melebihi kecintaan kepada dirinya.

Timbul suatu pertanyaan bagaimana bentuk dan praktek keseharian dari mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan kepada dirinya dan kesenangan hidup dunia.

kalender

Pertanyaan ini muncul karena kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dimensinya bebeda dengan kecintaan terhadap kesenangan dunia, sebagaimana juga berbedanya rasa cinta terhadap istri atau suami dengan rasa cinta kepada anak-anak.

Cinta terhadap istri atau suami pasti ada unsur syahwat atau birahi, sedangkan cinta kepada anak pasti tidak ada unsur birahi. Cinta kepada harta kekayaan dimensinya berbeda dengan cinta terhadap anak atau pasangan hidup.

Rasa cinta kepada Alloh dan Rasul-Nya diekspresikan dalam bentuk melaksanakan semua perintah dan larangan-Nya serta sunnah Rasul-Nya, dan dalam cinta ini tidak mengandung unsur syahwat.

Bentuk atau gambaran apakah seseorang menjatuhkan pilihan mana yang lebih dicintai, akan terjadi ketika dihadapkan pada kondisi dimana dia harus memilih antara lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya atau lebih mencintai kesenangan hidup dunia. Kondisi ini dapat digambarkan dalam  beberapa contoh sederhana sbb :

  1. Seorang Muslim rela melaksanakan shalat, walau dalam kondisi lelah, rela bangun malam untuk shalat malam, rela menangguhkan aktivitas saat waktu shalat tiba, rela melaksanakan shaum wajib walau bertentangan dengan nafsu memenuhi kebutuhan fisik di siang hari, dan kerelaan lain untuk melaksanakan kewajiban dan tidak melanggar perintah-Nya. Semua kerelaan tsb karena lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dibandingkan dengan nafsu mencintai diri sendiri.
  2. Ketika pasangan hidup atau anak melakukan perbuatan yang terlarang atau meninggalkan yang wajib, dan setelah diberikan pengertian tetap tidak berubah perbuatannya, maka disinilah pilihan harus ditentukan, apakah lebih mencintai pasangan hidup atau anak dengan membiarkan perbuatan mereka yang dilarang Allah Swt, atau lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan menegakkan hukum-Nya.
  3. Jika memiliki harta yang telah memenuhi nisab untuk dizakati, maka pemilik harta tersebut dihadapkan kepada pilihan mana yang lebih dicintainya, jika dia memilih tidak berzakat maka dia jadi manusia yang lebih mencintai hartanya dari pada mencintai Allah dan Rasul-Nya.
  4. Manusia diberikan kenikmatan yang tinggi dalam bentuk otak/pemikiran, namun janganlah mempergunakan pemikiran untuk mengotak-ngatik hukum Allah dan Rasul-Nya dengan menafsirkannya yang dilandasi oleh pengagungan atas pemikiran tersebut. Manakala ada suatu pemikiran yang menyimpang dari hukum Allah, sebagai bentuk kecintaan kepada Allah maka hukum Allah yang dijadikan dasar acuan.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment