Istri Menghadapi KDRT ? Ini Solusi Menghindarinya

88

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), seburuk apa pun perlakuan yang Anda terima, tetap merupakan sesuatu yang perlu Anda bicarakan bersama pasangan. Hal tersebut tidak boleh didiamkan dengan harapan suami akan berubah dengan sendirinya. KDRT adalah hal buruk yang kebanyakan kasus korbannya adalah perempuan (istri) dan anak.
Menurut wikihow.com, tidak semua perlakuan kasar dan KDRT dilakukan dengan sengaja atau dalam keadaan sadar. Permasalahan dengan tambahan obat-obatan, stress, depresi, hasutan setan, atau Wanita Idaman Lain (WIL) adalah beberapa penyebab dari KDRT yang mungkin terjadi.
Bila memang teteh percaya bahwa penyebab suami melakukan kekerasan tersebut karena ada wanita lain, maka saatnya untuk teteh dan pasangan duduk bersama dan membicarakannya. Jangan biarkan kekerasan yang teteh alami menjadi ganjalan untuk mengatakan apa yang ada dalam benak teteh.

alquran muasir

Istri mungkin tidak bisa mengubah sikap suami secara drastis, namun teteh bereaksi terhadap yang dia lakukan sebagai bentuk penegasan sikap. Jangan pernah ragu, sambil ucap basmallah dan istighfar, mengutarakan yang ada dalam pikiran dan perasaan teteh. Bila memang kekerasan tersebut berasal dari kekhilafan suami serta emosi karena dibutakan cinta sesat, katakan yang rasakan rasakan.

Kita sering sekali membaca kasus tentang KDRT yang korbannya (dalam hal ini wanita) enggan meninggalkan pasangannya, apalagi melaporkan tindakan ini kepada walinya, keluaraga, atau pihak yang berwajib. Dalam beberapa kasus, justru kerabat atau tetangga korbanlah yang melaporkan kasus KDRT tersebut yang selama ini dibuat penasaran, “Kenapa dia tidak meninggalkan pasangannya?”

Alasan korban KDRT tidak meninggalkan pasangannya, mengutip vemale.com, adalah karena pelaku kekerasan seringkali bukan orang asing dan justru orang yang sangat dipercaya atau yang sangat disayangi korbannya. Dalam kasus teteh adalah suami sendiri. Dan, ketika kekerasan terjadi bukan di tempat yang terisolasi, korban akan mulai mengganggap hal ini normal. Kemungkinan lain adalah bahwa korban takut dengan pelaku dan rasa takut inilah yang dipakai pelaku untuk mengontrol korbannya secara total.

kalender

Situs soc.ucsb.edu menyebutkan beberapa alasan lain yang membuat korban tetap memilih untuk tinggal bersama pasangannya yang suka melakukan kekerasan, di antaranya:

  • Korban memang mencintai pasangannya,
  • Korban bergantung secara finansial kepada pelaku, atau karena pelaku melarangnya bekerja,
  • Korban tidak punya tempat untuk dituju karena pelaku biasanya melarang korban memiliki hubungan dekat dengan orang lain,
  • korban khawatir atas keselamatan dirinya dan atau anak-anaknya,
  • Kepercayaan atau agamanya melarang perceraian,
  • Korban tinggal di lingkungan yang bisa disebut ‘permisif’ terhadap kekerasan terhadap wanita. Berikut panduan yang diberikan Rasulullah Saw dalam menghadapi situasi demikian………..

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment