Bolehkah Memberi Zakat pada Saudara yang Terkena PHK?

sedekah

Pak Ustadz Aam yang saya hormati, kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini membuat saudara saya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga ia sekarangsama sekali tidak memiliki penghasilan apa-apa. Saya berniat membantu dia dengan memberikan zakat. Bolehkah saya mengeluarkan zakat pada saudara saya yang terkena PHK ini? Mohon penjelasannya terima kasih .

 

Silakan cermati ayat berikut, “Sesungguhnya, zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, mua laf, memerdekakan hamba sahaya, mem bebaskan orang berutang, untuk jalan Allah, dan orang yang sedang dalam perjalanan di jalan Allah. (Semua yang dijelaskan itu) sebagai kewajiban da ri Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha bijaksana.” ( Q.S. At-Taubah [9]: 60).

alquran muasir

Ada delapan golongan yang berhak menerima zakat, infak, dan shadaqah.

1. Fakir, yaitu orang yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan.

2. Miskin, yaitu orang yang sudah bekerja keras tetapi hasilnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

kalender

3. Amilin, yaitu orang-orang yang seluruh waktunya digunakan untuk mengelola zakat, infak, dan shadaqah sehingga mereka tidak ada waktu untuk mencari nafkah.

4. Muallaf, yaitu orang-orang yang baru masuk Islam, sedangkan keimanan mereka belum begitu kuat sehingga masih butuh pembinaan yang intensif.

5. Budak, yaitu orang-orang yang ingin memerdeka kan dirinya dari perbudakan. Poin ini sekarang sudah tidak berlaku karena perbudakan sudah tidak ada.

6. Gharimin, yaitu orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

7. Sabilillah, yaitu seluruh aktivitas yang diorientasikan untuk menegakkan agama Allah.

8. Ibnu Sabil, yaitu orang yang habis perbekalannya ketika melakukan perjalanan dalam rangka aktivitas yang positif, misalnya habis perbekalan ketika berhaji atau saat menuntut ilmu.

Saudara Anda termasuk ke dalam golongan fakir. Dengan  demikian, saudara Anda berhak untuk menerima zakat, infak, ataupun shadaqah dari Anda.

Berikanlah bantuan kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Janganlah menghambur-hamburkan har tamu secara boros.” (Q.S. Al-Isrā’ [17]: 26).

…Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat, sebagian mereka lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Ki tab Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” ( Q.S. Al-Anfāl [8]: 75).

Mencermati keterangan-keterangan di atas, bisa disimpulkan bahwa kita diperbolehkan, bahkan dianjurkan untuk memberikan sebagian atau seluruh zakat, infak, ataupun shadaqah kepada saudara dekat kalau mereka termasuk salah satu golongan yang berhak menerima zakat (mustahik). Wallahu A’lam.

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment