Shalat Lailatul Qadar pada 10 Malam Terakhir, Apakah Dicontohkan Nabi Saw?

shalat

Ustadz, di masjid tempat saya tinggal, menjelang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dilaksanakan shalat Lailatul Qodar 2 rakaat. Khusus pada hari ke-27 dan ke-29, shalat Lailatul Qadar terebut dikerjakan sebanyak 12 rakaat yang diakhiri dzikir bersama dan terkadang dilanjutkan dengan shalat Tahajud dan shalat Hajat. Apakah hal tersebut dicontohkan oleh Rasul, Ustadz?

 
Tidak ada dalil shahih yang menjelaskan shalat Lailatul Qodar. Yang ada adalah anjuran untuk meningkatkan amal shaleh di malam-malam yang diperkirakan akan turun Lailatul Qodar. Nabi Saw. bersabda:

promooktober

عَنِ الْأَسْوَدَ بْنَ يَزِيدَ يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

“Dari Al-Aswad bin Yazid berkata, Aisyah berkata; ‘Pada sepuluh terakhir bulan Ramadlan Rasulullah Saw. lebih giat beribadah melebihi hari-hari selainnya.’” (H.R. Muslim)

Nabi Saw. Tidak pernah mencontohkan shalat Lailatul Qodar, apalagi ditentukan jumlah rakaatnya, baik 2 ataupun 12 rakaat.
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang melakukannya, coba cari dulu dalil atau keterangan shahihnyanya. Kalau Rasul tidak mencontohkan, ya kita jangan mengada-adakan amal ibadah.

Tugas kita adalah mengamalkan yang dicontohkan Rasul. Jadi, kita tidak boleh berpikiran, “Ah, yang penting itu bagus. Shalat kan ibadah.” Memang betul, shalat itu ibadah. Namun demikian, shalat itu termasuk ibadah mahdah yang teknik pelaksanaannya telah diatur secara detil oleh Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah Saw. pernah berdabda, “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.” (H.R. Malik).

Wallahu a’lam.

(Visited 2,543 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Shalat Lailatul Qadar pada 10 Malam Terakhir, Apakah Dicontohkan Nabi Saw?”

  1. iwa

    Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, ………………………..
    dan janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikafعَاكِف dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya.

Leave a Comment