Bekerja di Lingkungan Banyak Maksiat, Apakah Shaum Saya Batal?

maksiat

Ustadz, saya seorang karyawan yang berkerja di sebuah hotel mewah di Bali. Tiap hari saya bergelut dengan orang-orang yang sekuler, bahkan di bulan Ramadhan ini saya harus memberikan pelayanan kepada para tamu dengan menyediakan makanan, minuman beralkohol, dan lain sebagainya . Pertanyaan saya, apakah ibadah shaum saya batal? Bagaimana kualitas ibadah yang saya lakukan selama Ramadhan? Mohon penjelasannya.

Dalam ajaran Islam, perkara yang bersifat muamalah (seperti masalah ekonomi, sosial, dan masalah keduniaan lainnya) pada asalnya adalah mubah (boleh), kecuali jika ada larangan (baik tersurat atau pun yang tersirat dalam Al-Quran dan hadits).

alquran muasir

Termasuk mengenai pekerjaan di hotel seperti yang Anda lakukan. Selama tidak harus melanggar prinsip-prinsip ajaran Islam, sah-sah saja pekerjaan tersebut dilakoni.

Suatu hal yang harus diperhatikan adalah perbuatan yang bersifat mubah memiliki potensi yang sama untuk melahirkan pahala dan dosa. Makan adalah perbuatan mubah. Makan bisa menjadi berpahala kalau disertai doa dan sedekah. Dan makan juga bisa berdosa jika dilakukan secara berlebihan atau mengabaikan tetangga yang kelaparan.

Pekerjaan di hotel yang sangat bebas dan banyak menyediakan layanan yang melanggar norma susila, merupakan peluang datangnya sederet dosa bagi seluruh penyelenggara (termasuk karyawan) hotel tersebut. Menyikapi hal ini, pakailah pendekatan keimanan dan ketaatan pada ajaran agama.

kalender

Jika hal tersebut dipandang sangat besar risikonya bagi keimanan, mohonlah ampun pada Allah. Jika sampai saat ini tetap bekerja karena terpaksa (untuk memenuhi kebutuhan hidup), maka berdoalah (minta ampun) kepada Allah sambil berusaha mencari pekerjaan lain yang lebih baik dan menentramkan hati.

Bekerja di lingkungan yang banyak maksiat pada bulan Ramadhan tidak serta merta membatalkan shaum. Namun demikian, pasti perlu perjuangan berat untuk bisa menghindarkan diri dari godaan maksiat yang nampak di hadapan mata. Wallahu a’lam.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment