Saat Istri Kerepotan Mengurus Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Suami

178

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

Seorang ibu pernah curhat kepada penulis tentang aktivitas yang begitu padat baik di dalam maupun di luar rumah. Dengan memiliki anak 4, tanpa pembantu, kadang ia merasa kewalahan bahkan ketika hendak beribadah sunnah seperti shalat rawatib, anak sudah merengek / berantem. Ia pun serasa ibadahnya tidak maksimal, kurang kusyuk bahkan amburadul. Lalu bagaimana solusinya?. Beberapa point ini bisa memberi solusi khususnya bagi para suami dalam membantu para dalam mengurus keluarga:

alquran muasir
  1. Tanggung jawab Ayah dominan pendidikan, kasih sayang.

Yuk kita sejenak melihat bagaimana rumah tangga Rasulullah saw dibangun:  “Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada suri-tauladan yang baik bagi orang yang mengharapkan ( keridaan ) Allah , hari Akhirat dan ia banyak mengingat Allah.” ( QS Al Ahzab , 33 : 21). “Juga pada diri nabi Ibrahim as. Sesungguhnya ada bagimu suri tauladan yang baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya  “ ( QS Al Mumtahanah  60 : 4)

Dari sahabat Anas ra. ia suka membantu Rasulullah saw. Katanya bahwa Rasulullah saw adalah seorang suami dan ayah yang paling tulus dan setia , ia menggambarkan , “ Saya tidak pernah melihat seseorang yang dapat mencintai anggota keluarganya lebih besar dari pada Rasulullah Saw. “ ( HR. Bukhari )

Rasulullah saw selalu menegakkan shalat, “Dan perintahkan kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya “ (QS 20 :132), Perlu disadari bahwa waktu yang tepat mengajarkan shalat adalah sejak batita dan balita. Mereka konsisten diajak, dibiasakan, dimotivasi sehingga saat memasuki usia 7 tahun mereka sudah terbiasa, “Suruhlah anak-anakmu shalat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun ( bila malas ) & pisahkanlah tempat tidur mereka ( putra-putrimu ) (HR.Abu Daud ) , perlu diketahui bahwa Rasulullah Saw tidak pernah memukul siapa pun. Disampaikan Abdullah bin Abbas Ra,bahwa Rasulullah saw. bersabda  , “ “Sayangi-lah anak-anakmu dan berilah mereka pendidikkan yang pantas. “( HR. Ibnu Majah ).Tekunilah anak-anakmu dan perbaikilah akhlak mereka.” (HR.Ibnu Majah)

kalender

Dari sejumlah keterangan di atas, terlihat jelas bahwa peran ayah sangat proaktif, “ Tidak ada pemberian yang paling utama dari seorang ayah kepada anaknya , selain ( pemberian ) berupa akhlaq yang baik . “ ( HR. Tirmidzi ).

2. Tanggung jawab nafkah Ayah dan beri nama anak yang baik

Dari Abu Qulabah menyatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda , “ Siapakah yang paling pantas menjadi orang yang diberi pahala ( oleh Allah SWT.) daripada orang-orang yang mengeluarkan hartanya untuk anak-anaknya agar mereka selamat dari pada kemungkinan mengemis/meminta-minta dan menjadi makmur”          ( HR.Tirmidzi )

Kewajiban ayah adalah memberi nama anak yang mengandung doa dan harapan yang baik, Rasulullah saw berkata , “ Engkau akan dipanggil dengan namamu dan nama ayahmu , Jadi berilah nama-nama yang bagus untuk anak-anak-mu.” (HR.Abu Dawud )

Apabila ayah sedang  sibuk mencari nafkah, maka tentunya kalau memang dibutuhkan ibu darurat mencari pendamping pengasuh untuk mengasuh anak ibu sementara waktu, ayah bisa saja darurat mencarikan partner untuk menjaga anaknya, dan mengeluarkan ekstra biaya untuk pendamping pengasuh tersebut. Dengan catatan tentu di bawah pengasuhan dan pengawasan Anda berdua dengan suami. “Bukanlah dari golongan kami orang yang diperluas rezekinya oleh Allah lalu kikir dalam menafkahi keluarganya”.( HR.Adailami )

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment