Muliakan Al-Quran Agar Al-Quran Memuliakan Kita, Begini Caranya

Rasulullah saw. bersabda:

Sesungguhnya Allah mengangkat dengan kitab ini (yakni Quran) kaum-kaum dan merendahkan kaum-kaum yang lain.” (Muslim)

Kita sebenarnya sudah memiliki modal yang kuat dalam memuliakan Al-Quran. Umat Islam saat ini, khususnya di Indonesia mempunyai semangat yang tinggi dan pembelaan yang kuat untuk menjaga kesucian Al-Quran. Buktinya, saat muncul berita pemalsuan Al-Quran yang dilakukan Anish Shorros, pastor evangelist Amerika tahun 90-an umat Islam di berbagai belahan dunia marah dan melakukan protes. Juga saat Terry Jones, pendeta kontroversial asal Amerika menyatakan rencananya membakar Al-Quran pada tahun 2011. Sekali lagi, ini adalah bukti bahwa umat Islam tidak rela bila Al-Quran dinistakan. Ini adalah modal besar untuk memuliakan Al-Quran.

Semangat itu sudah bagus. Tapi jangan berhenti sampai di situ agar kita termasuk orang yang benar-benar memuliakan Al-Quran. Lalu hal-hal apakah yang harus kita lakukan untuk memulikan Al-Quran itu?

Pertama, meyakini segala kebaikan Al-Quran.

Hal utama yang harus kita wujudkan dalam diri kita agar kita termasuk orang yang memuliakan Al-Quran adalah meyakini segala kebaikan Al-Quran untuk kebaikan manusia. Sisi yang wajib kita yakini dari Qur’an antara lain:

  • Yakin bahwa Al-Quran, keseluruhan ayat dan maknanya adalah kalam (firman) Allah yang diwahyukan kepada nabi dan Rasul-Nya, Muhammad saw. Hal ini ditegaskan dalam ayat:

Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Quran) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.”  (QS.An-Nisa: 136).

  • Yakin bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup sempurna lagi diridoi oleh Allah swt:

Orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku Sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku Cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku Ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah :3)

  • Yakin bahwa Al-Quran menyempurnakan syariat-syariat yang termaktub dalam kitab-kitab sebelumnya dan meluruskan kesalahan-kesalahan kitab-kitab terdahulu, akibat ulah tangan-tangan manusia:

Wahai ahli kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab  (Al-Quran) yang menjelaskan.” (QS: Al Maidah:15 ).

  • Yakin bahwa Al-Quran mengatur segala segi kehidupan manusia baik yang bersifat pribadi,  masyarakat,  bahkan  pemerintahan  (kenegaraan dan politik):

Tidak ada sesuatu pun yang Kami Luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.” (QS.Al-An’am: 38).

Sebagian mufasir menafsirkan Kitab yang dsebut dalam ayat itu dengan Lauh Mahfuzh, yang berarti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauh Mahfuzh. Dan ada pula yang menafsirkannya dengan al-Quran, dengan arti dalam al-Quran itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan tuntunan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Mengakui bahwa kebenaran Al-Quran bersifat mutlak dan berlaku secara universal bagi sekalian manusia  kapan dan dimana pun mereka hidup. Firman-Nya,

Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS.Al-Baqarah: 2)

  • Yakin bahwa Al-Quran adalah sumber segala kebaikan, kedamaian, kesejahteraan dan keselamatan hidup manusia didunia dan diakhirat, seperti difirmankan-Nya

Sungguh, Al-Quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang Mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.” (QS.Al-Isra:9).

  • Yakin bahwa segala peraturan hidup yang menyimpang dari Al-Quran adalah konsepsi yang secara pasti menyeret manusia menuju kejurang kesesatan, kehinaan, dan kehancuran didunia dan diakherat.

Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Quran) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Quran, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.” (QS.An-Nisa 136)

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 235 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment