Jalani Kehamilan Sehat di Bulan Mulia, Ini Yang Harus Diperhatikan

hamil

Bulan Ramadhan adalah bulan yang pernuh berkah bagi siapa pun. Di bulan yang istimewa ini, mereka yang mengaku beriman kepada Allah diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh, tak terkecuali para ibu yang sedang mengandung.

Namun faktanya, masih banyak ibu yang ragu menjalankan puasa secara penuh karena khawatir dengan kesehatan janinnya. Adanya perubahan pola atau jadwal makan saat berpuasa membuat sebagian ibu takut janinnya tidak mendapatkan gizi yang cukup, sehingga dapat mempengaruhi kandungan. Tetapi benarkah demikian?

alquran muasir

Menurut laporan beberapa penelitian, ilmiah , menjalankan puasa di bulan Ramadhan tidak akan membahayakan. Puasa justru dapat memberikan dampak positif bagi ibu hamil, selama ibu dalam kondisi sehat serta pola makannya diatur dengan baik sehingga gizinya tetap terjaga dan seimbang.

Menurut spesialis kebidanan dan kandungan Febriansyah Darus, perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari seharusnya tak perlu dirisaukan  selama pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil tercukupi dengan baik.  Kekhawatiran ibu hamil bahwa janinnya akan kekurangan makanan sebenarnya beralasan karena ada pula penelitian menyebutkan, pada beberapa wanita hamil yang berpuasa berisiko melahirkan bayi yang berberat badan rendah. Namun, hal ini tak perlu dirisaukan. Karena menurut penelitian lain, kata Febri, kasus tersebut hanya ditemukan pada wanita yang cenderung memiliki pola makan dan diet buruk.

Febri menambahkan, studi lain juga menemukan bahwa berpuasa di bulan pertama kehamilan dapat mengakibatkan penurunan berat badan bayi saat lahir. Namun, penurunan ini hanya sekitar 40 gram sehingga relatif kecil dan tidak berdampak besar bagi kesehatan janin.

kalender

Dokter yang juga merupakan salah satu panel ahli Lactamil Mama Care (LMC) ini menjelaskan bahwa pada wanita hamil yang berpuasa umumnya akan terjadi perubahan keseimbangan kimia dalam darah. Namun, perubahan ini tidak berbahaya bagi ibu dan bayinya. Kehamilan memang menyebabkan terjadinya perubahan hormon pada tubuh. Hal ini berefek pada perubahan mood, nafsu makan, dan gejala-gejala seperti muntah dan lain sebagainya.

“Wanita hamil, harus membatalkan puasa jika ditemukan tanda-tanda seperti pendarahan, kontraksi (lebih dari empak kali dalam 1 jam), terjadi penurunan gerak janin, penglihatan memburam, tegang otot, lemas berlebih, dan pusing hebat,”ujar Febri beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu,Febri menyarankan, sebelum menjalankan puasa, ibu hamil perlu terlebih dulu melakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter. Bila sudah mendapatkan rekomendasi, pastikan ibu hamil selalu mendapatkan istirahat yang cukup dan menjauhkan diri dari stres. Selalu ingat untuk memenuhi asupan nutrisi dan energi yang tepat saat berbuka puasa.

Febri mengingatkan, ibu hamil memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan wanita pada umumnya. Ia menganjurkan para ibu hamil mengonsumsi makanan berbahan dasar susu dan protein lebih kurang dua kali lipat lebih tinggi. Pastikan pula asupan nutrisi saat puasa tercukupi di malam hari dengan memperbanyak makanan kaya serat dan banyak minum air putih.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment