Imam Masjid Palestina : Saat Ramadhan, Semangat Lawan Israel Makin Membara

1

Sesungguhnya, ada persamaan antara muslim di Indonesia dengan Palestina yakni sama-sama pernah dijajah. Muslim Indonesia pernah bergelut dan berjuang mengusir penjajah (Belanda dan Jepang) dari bumi pertiwi, sementara saat ini muslim Palestina tengah berjuang melawan penjajah Israel. Bedanya, saat ini Indonesia telah merdeka sementara Palestina masih terjajah.

Demikian sebagian isi tausyiah Imam Masjid Palestina Syaikh Iyab Abu Rabi saat mengisi kajian Inspirasi Ramadhan (irama) di Masjid Salman ITB Kota Bandung, Rabu (22/6/2016).

alquran muasir

Ia menambahkan, persaudaraan antara muslim Indonesia dan Palestina semakin erat karena adanya ikatan akidah. Menurut Syaikh Iyab, tidak ada istimewanya manusia yang satu dengan yang lainnya, kecuali hanyalah ketakwaannya. Hal ini seperti yang ditegaskan Allah Swt dalam firman-Nya:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

Terkait bulan Ramadhan yang saat ini tengah dijalani seluruh ummat Islam di dunia, Syaikh Iyab menyampaikan bahwa momen Ramadhan ini sebagai sarana yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah (habluminallah) dengan ketakwaan dan mendekatkan antar manusia (habluminannas) dengan kepedulian.

kalender

“Seperti yang Allah perintah dengan berpuasa adalah agar menjadi takwa sementara kepedulian dengan sesama manusia itu salah satunya kita tunjukkan dengan saling berbagi (zakat, infaq dan sedekah),”ujar Syaikh Iyab dihadapan ratusan hadirin yang mayoritas mahasiswa tersebut.

Syaikh Iyab juga menyampaikan beberapa kabar dan kondisi terkini yang tengah dihadapi muslim Palestina khususnya yang ada di wilayah Gaza. Menurut Syaikh Iyab, kondisi muslim di Gaza saat ini tidak lebih baik dari sebelumnya. Meski sedang menjalankan shaum, sambungnya, tentara Israel tetap melakukan blokade dan ragam kekerasan lainnya.

“Meski demikian kondisi ini tidak menyurutkan semangat kita dalam melawan penjajah Israel. Saat Ramadhan seperti ini semangat kita justru semakin membara,”ujarnya dalam bahasa Indonesia yang diterjemahkan.

Bentuk kepedulian dan pertolongan yang bisa dilakukan oleh muslim dunia termasuk dari Indonesia terhadap Palestina menurut Syaikh Iyab ada tiga. Pertama adalah dengan doa, sebab doa adalah ibadah dan senjata orang-orang yang beriman, apalagi di bulan Ramadhan ini. Sungguh ada waktu terijabah doa bagi kaum muslimin yang tengah berpuasa.

Kedua adalah dengan mencari ilmu (thalabul’ilmi),saudara-saudara di sini yang sedang belajar berbagai disiplin ilmu kemudian ilmu tersebut dipraktekkan untuk kemaslahatan ummat adalah bagian dari menolong saudara sesama muslim,”ujarnya.

Sementara yang ketiga adalah dengan harta (bil maal) atau bila sanggup dengan jiwanya. Meski kepedulian ini tergolong berat namun Allah pasti akan membalasnya sesuai dengan kadar kemampuannya.

Diakhir tausyiahnya, Syaikh Iyab pun turut mendoakan muslim di Indonesia. Kegiatan ini iringi pula dengan penggalangan dana untuk Palestina yang diinisiasi Sahabat Al-Aqsha Indonesia dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) serta beberapa lembaga kemanusiaan lainnya. Selain di Masjid Salman ITB rencananya dalam beberapa hari kedepan Syaikh Iyab juga dijadwalkan mengisi kajian di beberapa masjid di Kota Bandung termasuk Masjid Pusdai Jabar. [ ]

Rep: Iman

Editor: Candra

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment