Belajar dari Sejarah (Tafsir Surat Al-Baqarah [2] 63-66) Bag 1

bukit tursina

Oleh : DR. Aam Amiruddin, M.Si

“Dan ingatlah, ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat gunung Thursina di atasmu seraya Kami berfirman: “Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah  [2] 63)

iklan ina cookies

Ayat ini menjelaskan peristiwa yang terjadi pada zaman Nabi Musa a.s., saat Allah Swt. mengadakan perjanjian di Gunung Thursina dengan Bani Israil. Isi perjanjian itu adalah “Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa.”

Bani Israil pun berjanji akan berpegang teguh pada ajaran-ajaran yang termaktub dalam kitab Taurat. Mereka siap berkomitmen untuk melaksanakan perintah-perintah Allah Swt. dan meninggalkan apa pun yang dilarang-Nya. Namun, apa kenyataannya? Ayat berikutnya menjelaskan bahwa,

“Kemudian kamu berpaling setelah adanya perjanjian itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi.” (Al-Baqarah 64)

iklan ladifa

Bani Israil bukan berpegang teguh pada ajaran-ajaran Taurat, malah melecehkan dan melanggarnya secara terang-terangan. Mereka menjadikan sapi sebagai sembahan padahal Nabi Musa mengajarkan ketauhidan. Mereka menantang Allah agar menampakkan diri secara nyata. Mereka berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan nyata.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 55). Setelah Nabi Musa a.s. wafat, bahkan mereka berani membunuh nabi (penerus Nabi Musa a.s), yaitu Nabi Yahya a.s. Nabi Yahya dibunuh Bani Israil secara keji. Saat Nabi Isa a.s. diutus kepada mereka, hampir saja Nabi Isa pun senasib dengan Nabi Yahya a.s. Bani Israil merencanakan pembunuhan atas Nabi Isa a.s. namun Allah Swt. menyelamatkan dari rencana keji itu. Ketika Nabi Muhammad Saw. berada di Madinah, Bani Israil berkolaborasi dengan kaum kafir Quraisy untuk membunuh beliau.

Tidak berhenti pada zaman nabi saja, saat ini kekejian mereka terus berlangsung. Lihatlah, bagaimana kebiadaban bangsa Israel di Palestina. Anak-anak dan kaum perempuan Palestina dibombardir dengan bom-bom kimia yang mematikan dan kemudian mencaplok sejengkal demi sejengkal tanah Palestina. Walau seluruh bangsa di dunia mengutuknya, tetap saja Israel melakukan perbuatan-perbuatan biadab. Inilah gambaran pelanggaran mereka akan perjanjian itu.

Bersambung…

Leave a Comment