Nuzulul Quran dan Keutamaan Membaca Al-Qur’an

43

Ramadhan disebut juga sebagai bulan Al-Quran (Syahru Qur’an), karena pada bulan Ramadhan inilah Al Qura’an di turunkan atau yang kita kenal dengan Nuzulul Quran,yang diturunkan  kepada Rasulullah Sawa untuk umat manusia. Ini seperti yang telah difirmankan Allah Swt dalam Al Qur’an:

Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, serta sebagai pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah :185).

alquran muasir

Al-Qur’an diturunkan sebagai karunia terbesar bagi umat Islam dan manusia secara keseluruhan sebagai pedoman hidup. Al-Qur’an adalah salah satu bukti dan bentuk cinta Allah Swt kepada hamba-Nya dimana didalamnya menerangkan dan menjelaskan tentang tata cara serta panduan hidup seorang muslim sehingga tidak tersesat dan dapat meraih kebahagian hidup baik di dunia maupun di akherat kelak. Dalam Al-Qur’an, Allah Swt sudah tegaskan akan fungsi Al-Qur’an bagi kita:

Inilah Al-Qur’an, tidak ada keraguan dalam kebenarannya. Sebagai petunjuk bagi orang-orang bertakwa,  yaitu orang-orang yang ber-iman pada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, mereka  beriman pada Al-Qur’an yang diturunkan kepada-mu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, dan me-reka yakin akan adanya akhirat. Mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang  beruntung.” (QS. Al-Baqarah : 2-5)

Dengan keagungan Nuzulul Quran dan keutamaan membaca Al-Quran, selayaknya menjadi pendorong untuk meningkatkan gairah membaca, mendalami makna dan mengamalkan Al-Quran. Al-Quran adalah pedoman hidup umat manusia (hudallinnaas), namun yang dapat mengambil manfaat hanyalah orang-orang yang bertakwa (hudallillmutaqin). Begitu banyak keutamaan membaca Al-Quran, beberapa diantaranya adalah :

kalender
  1. Membaca Al-Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi

Penjelasan ini dapat kita baca dalam firman Allah Swt :

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Jika dihitung dengan rumus matematika maka “perdagangan” dengan membaca Al-Quran ini dapat kita temukan dalam penjelasan Rasulullah Saw bahwa membaca satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.” (HR. Tirmidzi)

Dapat dibayangkan berapa kebaikan yang didapat seseorang yang membaca Al-Qur’an hingga 30 juz. Dalam penjelasan lainnya Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.” (HR. Muslim).

  1. Membaca Al-Quran akan mendatangkan kebaikan

Hal ini dapat kita simak dari penjelasan Aisyah ra yang meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al-Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

  1. Membaca Al-Quran akan mendatangkan syafa’at

Setelah kiamat tiba dan semua manusia dibangkitkan lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menerima keputusan Allah Swt dengan timbangan amal shaleh dan amal jahat maka disitu tidak ada daya dan upaya yang bisa dilakukan. Tidak ada penolong selain amal shalihnya maka saat itu Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi yang dulu pernah membaca dan menghafalnya. Hal ini dapat kit abaca dari penjelasan dari Abu Umamah Al Bahily ra berkata:

Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al-Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

  1. Tidak akan pernah sesat baik di dunia maupun di akhirat

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, petunjuk serta panduan segala amal shalih maka barang siapa taat dan mengikutinya ia tidak akan tersesat. Hal ini seperti yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas ra yang berkata:

Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al-Quran, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat”, kemudian beliau membaca ayat: “Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (QS. Thaha: 123) (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah).

Tentu masih banyak kebaikan yang akan kita dapat dan rasakan dan membaca Al-Qur’an ini. Jadi sudahkah kita membaca Al-Quran hari ini?. [Berbagai sumber]

 

Red: ahmad

Editor: iman

Ilutrasi foto: norman

 

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment