Menggapai Ridha-Nya dengan Harta, Begini Caranya

sedekah, amal, zakat

Oleh: H.Nanang Hidayat*

Dalam sebuah kesempatan penulis mengikuti diskusi dengan beberapa orang yang memiliki kehidupan ekonominya cukup baik, mapan dan relatif memiliki harta berlebih. Dari obrolan ringan tersebut sampai pada masalah pemahaman harta dari sisi agama. Beragam pandangan dan pendapat yang disampaikan dengan merujuk pada dalil yang dipahami. Pada akhirnya ada dua masalah yang didikusikan yaitu pertama, apakah mewariskan harta itu ibadah ?. Kedua adalah kalau semuanya diwariskan, apa yang tersisa untuk kita ?.

alquran muasir

Dari dua permasalahan tersebut setidaknya dapat ditarik benang merah yang disampaikan sebagai berikut. Meninggalkan harta untuk akhli waris adalah sesuatu yang baik, karena itu menjalankan perintah Allah, agar kita tidak meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah secara ekonomi.

Tapi banyak dari kita mengartikan keturunan yang lemah tersebut dari sisi ekonomi saja, padahal yang lebih penting adalah jangan meninggalkan keturunan yang lemah akidah, lemah dari ilmu baik ilmu yang berkaitan dengan pemahaman agama ataupun ilmu yang dimanfaatkan untuk mencari nafkah, yang akhirnya lemah dalam praktek ibadah dan lemah dalam mengarungi kehidupan, kalau terjadi demikian maka akan mengalami kerugian di dunia dan di akhirat kelak..

Pada umumnya orang tua sangat khawatir kelak kehidupan materi anak-anaknya tidak tercukupi, sehingga seolah-olah kalau harta sudah terkumpul semuanya dapat menjamin kehidupan dan rizki mereka. Allah Swt berfirman bahwa semua mahluk yang ada di bumi ini sudah dijamin rizkinya sebagaimana tertuang dalam QS Hud ayat 6:

kalender

Tidak ada satu binatang melatapun di bumi ini melainkan Allah-lah yang mengatur rizkinya”.

Binatang melatapun dijamin rizkinya, apa lagi manusia makhluk yang Allah ciptakan sebagai khalifah di muka bumi, jadi apa yang harus dikhawatirkan tentang rizki anak keturunan?. Kewajiban orang tua adalah membesarkan, mendidik, membekali dengan ilmu yang bermanfaat dan mendo’akan agar anak-anaknya menjadi orang yang salih dan salihah.

Kalau itu sudah dilaksanakan Allah Swt yang menentukan takdirnya, disamping usaha dari anak-anak tersebut. Karena dibekali dengan ilmu yang lebih baik dan lebih banyak, pendidikan yang relatif  lebih tinggi dibandingkan dengan orang tuanya, boleh jadi kehidupan mereka lebih baik, mencari nafkah lebih mudah, dan mendapatkan titipan harta yang lebih banyak.

Jadi yang diwariskan kepada anak-anak agar tidak menjadi  keturunan yang lemah, titik beratnya bukanlah harta, karena harta itu berapapun banyaknya jika tidak pandai mengelolanya bias cepat habis. Tapi yang lebih penting adalah agar mereka memiliki akidah yang kuat, akhlak yang terpuji, kebiasaan-kebiasaan yang bermanfaat baik untuk diri sendiri ataupun orang lain, dengan kata lain dapat menjalankan habluminallah dan hablu minannas sesuai dengan syariat.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment