Komisi Fatwa MUI Jabar Kaji Dugaan Penyimpangan Ajaran Hikmatul Iman

1

Sekira sepuluh orang mantan anggota Lembaga Seni Bela Diri (LSBD) Hikmatul Iman (HI) kembali mendatangi kantor MUI Jabar Jl.RE.Martadinata Kota Bandung, Senin (20/6/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya, mereka mengungkapkan beberapa ajaran atau pemikiran guru utama sekaligus pendiri LSBD HI yakni Dicky Zainal Arifin (DZA) yang dianggap menyimpang dari pemahaman dan ajaran Islam.

alquran muasir

Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Umum MUI Jabar Prof. Dr. KH. Rachmat Syafe’i, Lc., MA tersebut para mantan anggota HI kembali mengemukakan beberapa kejanggalan atau keanehan selama aktif di lembaga seni bela diri tersebut.

Kejanggalan atau indikasi penyimpangan yang dikembangkan oleh DZA terungkap antara lain adanya pendapat bahwa Nabi Adam masih hidup, Al Qur’an khususnya mushaf Utsmani yang beredar di masyarakat saat tidak asli, serta ajaran tentang ritual shalat tanpa bacaan (RSTB).

Menanggapi laporan dan pengakuan tersebut, Ketua Komisi Fatwa MUI Jabar Dr. KH. Badruzzaman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas keterangan dan informasinya. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para pelapor sudah benar yakni menyampaikan permasalahan keagamaan khususnya ajaran Islam kepada para ulama.

kalender

“Salah satu fungsi adanya MUI adalah untuk menjaga akidah ummat sehingga jika ada pemahaman atau ajaran yang ada di masyarakat diindikasikan menyimpang maka MUI akan berusaha meluruskannya, termasuk yang bapak-bapak sampaikan tadi,”ungkapnya.

Ia menambahkan, ajaran Islam telah sempurna seperti yang telah diajarkan dan disampaikan oleh Rasulullah Saw  sehingga tidak perlu ditambahi atau dikurangi sesuai persepsi. Demikian juga dengan kesempurnaan Al Qur’an tidak perlu diragukan lagi sebab Allah Swt sendiri yang langsung menjaganya.

[irp posts=”10268" name=”Puluhan Mantan Anggota HI Datangi MUI Jabar Laporkan Penyimpangan Ajaran Pendirinya”]

Terkait adanya dugaan atau indikasi penyimpangan yang dilakukan DZA seperti yang dilaporkan mantan anggota HI tersebut, Badruzzaman mengungkapkan pihak akan mempelajari dan mengkaji bersama komisi yang dipimpinnya. Sebab, untuk pernyataan hingga keluarnya fatwa apakah ada kesesatan atau tidaknya harus melalui proses serta kajian yang mendalam dengan para ahli.

“Tentu tidak bisa secepat membalik tangan. Hari ini ada laporan hari ini juga kita keluarkan fatwanya,” jelasnya kepada percikaniman.id usai melakukan pertemuan dan tanya jawab tersebut.

MUI akan segera mengkaji dan mempelajari lebih dalam lagi bersama timnya. Selain itu jika dianggap kurang, pihaknya akan meminta pelapor menambahkan bukti-bukti yang menguatkan.

“Kami juga akan melakukan klarifikasi (tabayyun) kepada terlapor yakni saudara Dicky untuk menjelaskan laporan tersebut. Mungkin beberapa hari ke depan yang bersangkutan akan juga kami undang,” imbuhnya.

Pihaknya pun meminta masyarakat khususnya ummat Islam tetap menjaga kondusivitas sambil menunggu MUI mengeluarkan sikap atau pernyataan resmi. Meski demikian ia berpesan ummat Islam juga harus waspada terhadap upaya pendangkalan akidah oleh pihak lain.

“Urusan akidah dan tauhid itu yang utama harus dijaga  jangan dicampur dengan yang bathil,”pungkasnya.

Sementara itu,  saat dihubungi Percikaniman.id via telepon selular untuk dimintai konfirmasi terkait masalah ini, nomor ponsel Dicky dalam kondisi tidak aktif.

Rep: iman

Editor: candra

[i[irp posts=”10336" name=”LSBD Hikmatul Iman Bantah Ajarkan Paham Menyimpang Dari Islam”]p>

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Komentar Artikel “Komisi Fatwa MUI Jabar Kaji Dugaan Penyimpangan Ajaran Hikmatul Iman

  1. Sora

    Oh iyaaa katanya Allah menjaga kemurnian Alquran..
    yang kita baca itu MUSHAF nya kasarnya yaa buku, MUSHAF quran di belahan dunia lain beda lagi loh, Al baqarah saja beda jumlah ayatnya.. artinya itu hanyalah salinan dan rangkuman TULISAN selahkan gogling sendiri bahwa ada berbagai macam mushaf di jaman ini mkisal di iraq beda lagi bukan mushaf Utsmani seperti kita, isi nya juga banyak perbedaan
    Al quran yang sebenarnya adalah ALAM RAYA ini sendiri, jika bisa mengIQRA nya menggunakan AKAL atas segala yang kita RASAKAN di Jagat Raya ini seperti Ibrahim dulu, maka kita memperoleh petunjuk termasuk tentang kejadian2 MASA LALU.
    Alam memiliki kemampuan MENYIMPAN MEMORI, seperti komputer di hardisk. IQRA LAH!
    masa lalu termasuk sedetik yang lalu hanyalah satu, tetapi masa depan termasuk sedetik kedepan memiliki luar biasa jumlah kemungkinan kejadiannya
    banyak kejadian ketika mengemudi melihat kecelakaan di depan padahal tidak ada, itu adalah memori masa lalu alam tentang pernah kecelakaan di tempat tersebut, OTAK menangkapnya secara tidak sadar
    Bagaimana mampu mengendalikan kemampuan tersebut sehingga bisa “disadarkan” hingga mampu MEMBACA MEMORI ALAM… ask Kang Dicky Zainal 🙂

Leave a Comment