Bolehkah Istri Menuntut Cerai karena Alasan KDRT?

cincin

Apa yang harus dilakukan istri apabila mendapatkan kekerasan lahir dan batin dari suaminya. Bolehkah seorang istri menuntut cerai atau mentalak suaminya?

 

Sesungguhnya, bila Anda sebagai istri berada dalam posisi terzalimi, Anda mempunyai kewenangan untuk melepaskan diri dari ikatan pernikahan, yaitu dengan cara mengajukan khulu. Khulu artinya mengembalikan maskawin kepada suami dengan niat melepaskan diri dari ikatan pernikahan.

alquran muasir

Jadi, suami ataupun istri memiliki fasilitas untuk melepaskan diri dari ikatan pernikahan sekiranya salah satu diantara mereka merasa terzalimi; suami mempunyai otoritas talak, sedangkan istri mempunyai otoritas khulu. Jadi dua-duanya mempunyai “senjata” untuk lepas dari ikatan pernikahan sekiranya pernikahan itu dianggap memadharatkan.

Istri yang terzalimi suami, misalnya sering mendapatkan kekerasan fisik maupun batin atau karena suami tidak menafkahi lahir maupun batin, maka sekali lagi ditegaskan bahwa seorang istri mempunya fasilitas untuk lepas dari ikatan pernikahan dengan menyerahkan mahar kepada suami yang zalim tersebut. Kalau istri mengembalikan maharnya sebagai wujud protes atas kezaliman suami, maka suami harus menerima keputusan istrinya itu.

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 229)

kalender

Inilah ayat yang menjelaskan tentang khulu. Pada ayat ini ada penegasan “Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya.” Yang dimaksud dengan bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya adalah istri mengembalikan mahar yang telah diterimanya sebagai bentuk penebusan diri untuk lepas dari ikatan pernikahan.

Namun demikian, untuk mendapatkan aspek legalitas-formal dari negara atau mendapatkan surat cerai, maka Anda harus tetap mengurusnya ke Pengadilan Agama dengan melakukan gugat cerai kepada suami. Wallahu a’lam.

***

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Komentar Artikel “Bolehkah Istri Menuntut Cerai karena Alasan KDRT?

  1. Gein

    Assalamualaikum ust, mau tanya,punten..
    Bagaimana jika istri telah ditinggalkan selama 3 bln tidak diberi nafkah lahir bathin, apa boleh menggugat cerai? Dan bagaimana dengan maharnya? Sewaktu ditinggalkan memang sedang dalam masalah rumah tangga jzkllh ust mhon jawabannya…wass

Leave a Comment