Ramadhan Saat Tepat Ajarkan Anak Rajin Salat, Begini Caranya

sujud

Ramadhan sering juga disebut syahru tarbiyah atau bulan pendidikan termasuk mendidik anak-anak agar rajin shalat.Umar bin Khattab mengungkapkan : hak anak yang harus dipenuhi ayahnya itu ada 3, yaitu memilihkan ibu yang baik, memberi nama yang baik, dan mengajarkan Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an perintah shalat banyak sekali. Itulah mengapa mengajarkan shalat pada anak harus jadi prioritas utama setiap orang tua. Bulan Ramadhan yang didalamnya ada shalat Tarawih menjadi sarana tepat mengajarkan anak untuk rajin shalat. Biasanya Ramadhan anak-anak menjadi senang di masjid karena banyak kegiatan.

Masalahnya, bagaimanakah cara terbaik mengajarkan shalat pada anak? Tentu Rasulullah Saw yang punya jawaban terbaik. Berikut ini langkah-langkahnya:

alquran muasir
  1. Ortu menjadi teladan kedispilinan shalat

Sejak usia masih sangat dini, anak sudah begitu lekat memperhatikan seluruh perilaku orangtuanya. Begitulah otaknya bekerja di usia tersebut : mengamati dan meniru. Dan anak adalah peniru yang sangat ulung. Maka saat ia menyaksikan sang Ayah selalu melakukan sesuatu yang sama sekian kali dalam sehari, secara alami anak akan tergerak untuk meniru.

Para Ayah pasti sudah pernah melihat bagaimana anak usia dua atau tiga tahun mulai berdiri, membungkuk, lalu duduk menungging untuk meniru gerakan shalat ayahnya. Ini sebuah pemandangan dan pengalaman yang sangat indah :

  1. Mulai mengajak anak untuk shalat

Kapankah mulai mengajak anak untuk shalat? Abdullah bin Habib menyampaikan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda,

kalender

Apabila  seorang anak dapat membedakan mana kanan dan kiri, maka perintahkanlah dia untuk mengerjakan shalat.” (HR Ath-Thabari)

Anak bisa membedakan kanan dan kiri menandakan otaknya sudah cukup berkembang. Pada masa ini, anak sudah mampu mengerti bahwa ibadah itu untuk mendekatkan diri dengan Rabb-nya.

  1. Mengajarkan anak tentang shalat saat usia 7 tahun

Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda, “Perintahkanlah anak kecil untuk shalat apabila sudah berusia tujuh tahun…” (HR Abu Dawud dan al-Hakim)

Dalam Manhaj at-Tarbiyyah an-Nabawiyyah lith Thifl, Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid mengungkapkan kalau pada usia 7 tahun ini adalah masa dimulainya pelajaran shalat. Dalam praktiknya pada usia ini, kedua orang tua mulai mengajarkan rukun-rukun shalat, kewajiban-kewajiban shalat, dan pembatal-pembatal shalat.

  1. Mulai menghukum anak jika ia lalai saat usia 10 tahun

Tahapan ini dimulai pada usia 10 tahun, beberapa tahun sebelum anak baligh. Sesuai kelanjutan dari hadits riwayat Abu Dawud dan al Hakim dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash sebelumnya,

Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat pada usia 7 tahun dan pukullah mereka untuk shalat pada usia 10 tahun serta pisahkanlah tempat tidur mereka.

Syaikh Ad-Dahlawi mengomentari hadits tersebut dengan mengatakan,

Balighnya seorang anak dicapai dari dua sisi, sampai pada tingkatan kesehatan jiwa. Hal ini terealisasi hanya dengan akal saja. Tanda kemampuan menggunakan akal dimulai dari usia 7 tahun. Anak yang sudah mencapai usia 7 tahun, pasti pindah ke tingkatan ini secara bertahap, sedikit demi sedikit, tapi pasti.

Kemudian tanda kesempurnaannya pada usia 10 tahun. Anak yang sudah berusia 10 tahun, selama pertumbuhannya wajar, maka dia dianggap telah berakal; dapat membedakan mana yang memberi manfaat dan mana yang mengundang bahaya.

Bisa memahami perbedaan hal-hal yang memberi manfaat dan mengundang bahaya itu sangat penting untuk memahami pentingnya shalat. Shalat itu penghubung antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Meninggalkan shalat bisa menenggelamkan seseorang ke azab akhirat kelak. Melaksanakannya akan mendekatkannya ke surga.

Oleh karena itu, pertanda seorang ayah cinta pada anaknya adalah memastikan kalau anaknya menjalankan kewajiban shalat saat anaknya baligh. Tahapan menghukum jika anak lalai dalam shalat tentunya diperlukan agar anak benar-benar memahami hal ini baik secara sadar maupun di alam bawah sadarnya.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment