Shaum Dibantu Obat Penahan Lapar

pil

Ustadz, bagimana pandangan ustadz mengenai penggunaan obat-obatan penahan lapar selama menjalankan shaum.  Apakah akan membatalkan shaum jika mengkonsumsi obat-obat seperti ini?

Berbicara hukum yang berkenaan dengan shaum Ramadhan, biasanya pembahasan mengarah pada istilah batal dan tidak batal. Namun demikian, ada aspek hukum lain (khususnya dalam masalah shaum Ramadhan) yang tidak terkait dengan istilah batal atau tidak batal, yaitu berpahala dan tidak berpahala (pahalanya gugur).

alquran muasir

Ketika hukum yang dimaksud adalah batal dan tidak batal, maka ia akan ditinjau dari aspek hukum fiqih. Sementara, ketika hukum yang dimaksud adalah berpahala dan tidak, maka ia akan ditinjau pendekatan pendekatan akhlak atau adab (etika).

Perkara batal dan tidak batal (dalam shaum) akan membawa konsekuensi pada tiga ketentuan; yaitu qodho, fidyah dan kifarat. Jika ketiganya tidak dipenuhi, maka akan berakibat dosa bagi pelakunya. Sementara, pahala dan tidak berpahala tidak menyebabkan qodho, fidyah dan kifarat.

Mengenai batal tidaknya shaum jika mengkonsumsi obat-obatan penahan lapar, perlu kiranya kita definiskan kembali pengertian dan tujuan dari shaum itu sendiri. Shaum adalah menahan diri dari makan, minum dan jima sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

kalender

Di antara tujuan shaum yang utama adalah melatih diri agar memiliki kepekaan sosial yang tinggi, terkait dengan perasaan lapar dan haus yang dirasakan saat berpuasa. Jika kita gabungkan pengertian dan tujuan tersebut secara sederhana, maka akan didapat kesimpulan bahwa shaum adalah ibadah dengan resiko lapar dan haus.

Meski lapar dan haus bukan menjadi syarat sah shaum, namun akan menjadi hilang makna shaumnya jika tidak dapat merasakan lapar dan haus. Karenanya, menyertakan obat penahan lapar pada saat shaum sama artinya dengan menghilangkan makna shaum dan kualitas pengorbanan dari ibadah shaum tersebut.

Perkembangan teknologi yang pesat bisa saja menghasilkan penemuan obat penahan lapar untuk jangka waktu lebih dari sehari, seminggu, bahkan  hitungan bulan. Jika mengkonsumi obat tersebut dibolehkan, lantas apa lagi arti shaum yang kita kerjakan?

Secara tersirat, Allah dan rasul-Nya sudah memberikan solusi agar lapar yang dialami saat shaum tidak berlebihan. Misalnya; makan sahur yang cukup, mengkonsumsi menu makanan yang bisa memperlambat lapar, sahur dilakukan di akhir waktu (menjelang subuh) dan ikhtiar alamiah lainnya. Setelah datangnya waktu berbuka, segeralah berbuka dan jangan ditunda-tunda.

Wallahu a’lam.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment