Selain Minta Maaf, GBKP Tegaskan Tidak Ada Ormas Islam Yang Peras Gereja

7

Camat Buahbatu Hendrawan kembali mempertemukan perwakilan Ormas Islam dengan pihak Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Bandung Timur. Dalam pertemuan sebelumnya dikantor Kelurahan Jatisari pihak GBKP tidar hadir. Pertemuan yang digelar di aula Kantor Kecamatan Buahbatu Jl.Cijawura Hilir Kota Bandung, Selasa (14/6/2016) tersebut kembali mengagendakan klarifikasi oleh pihak GBKP terhadap pemberitaan adanya tindakan pemerasan oleh ormas keagamaan yang terjadi disejumlah gereja di Kota Bandung.

Dalam penyampaiannya Muhammad Roin dari Dewan Dakwah (DDII) Jabar selaku perwakilan ormas Islam menyampaikan bahwa kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan oleh GBKP untuk memberikan klarifikasi kebenaran berita tersebut. Roin kembali menegaskan bahwa pemberitaan yang bersumber dari GBKP tersebut telah menyudutkan dan merugikan ormas Islam khususnya di Kota Bandung.

alquran muasir

“Dalam suasana Ramadhan yang sejuk dan damai ini kami dikejutkan dengan adanya berita yang sungguh tidak mengenakan dan secara psikologis dapat mengganggu kekusyukan kami beribadah,”ungkapnya.

Menurutnya berita tersebut bukan hanya tersebar di dalam negeri melainkan sampai dibaca kaum muslimin di luar negeri. Ia mengaku beberapa relasinya di Malaysia dan di Timur Tengah bahkan menghunginya secara langsung dan menanyakan kebenaran berita pemerasan tersebut.

“Yang malu bukan hanya kami yang berada di Bandung tetapi semua kaum muslimin di Indonesia. Jadi kami hadir disini ingin mendengar secara langsung penjelasan dari pihak GBKP atas kebenaran berita tersebut,”harapnya.

kalender

Menurutnya jika hal itu tidak benar maka berita tersebut adalah sebuah fitnah dan upaya adu domba antar ormas Islam.Untuk itu pihak GBKP harus meminta maaf kepada ummat Islam dengan menyatakan tertulis dan menyampaikannya di media massa. Namun jika berita tersebut benar adanya maka pihak GBKP harus berani mengunggap siapa oknum tersebut dan darimana ormasnya serta mendorongnya untuk melaporkan kepada aparat kepolisian.

Sementara itu Ketua Gerakan Reformis Islam (GARIS) Kota Muhammad Dion mengaku sangat tersinggung dan tidak terima atas pemberitaan tersebut. Sebab,sambungnya, ormas yang dipimpinnya sangat jelas disebutkan dalam berita tersebut. Bahkan ia akan melakukan upaya hukum jika tidak ada penjelasan karena berita tersebut terdapat unsur pencemaran nama baik.

Hal senada juga disampaikan Asep Syarifudin selaku Ketua Aliansi  Pergerakan Islam (API) Jabar yang menganggap pemberitaan tersebut sebagai upaya penggiringan opini publik bahwa ormas Islam khususnya di Kota Bandung telah berlaku nista dengan  isu pemerasan terhadap gereja.

“Ini terkesan menyudutkan serta membangun citra buruk akan keberadaan ormas Islam. Jika tidak pejelasan maka akan terbangun stigma negatif terhadap aktivitas ormas Islam,”ujarnya.

Ia bahkan mempertanyakan jika benar pihak GBKP memberikan sejumlah uang kepada oknum yang mengaku dari ormas Islam agar kegiatannya terlindungi dan berjalan maka sejatinya patut dipertanyakan akan legalitas (IMB) gerejanya. Sebab,sambung Asep, jika pihak GBKP telah mengantongi aspek legalitas untuk apa mencari perlindungan kepada segelintir orang,padahal Negara telah menjamin keamanan dan kelancaran dalam menjalankan ibadat keagamaan.

“Isu ini berpotensi membuat hubungan antar umat beragama menjadi tidak kondusif padahal ummat Islam sangat toleran maka jangan rusak sikap toleran kami dengan isu yang tidak benar ini,”tegasnya.

GBKP Minta Maaf

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment