Konsekuensi Kebaikan dan Keburukan (Tafsir Surat Al-Baqarah 58-60) Bag 2

hukuman

“Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik.”  (Q.S Al-Baqarah Ayat 58)

***

alquran muasir

Bonus besar-besaran yang diberikan Allah kepada Bani Israil sudah seharusnya disikapi dengan rasa syukur. Allah Swt. pun memberikan petunjuk bagaimana seharusnya rasa syukur tersebut diwujudkan dalam perbuatan. Namun apatah dikata, watak buruk Bani Israil tak lekang dimakan zaman. Mereka malah melakukan sesuatu yang bukan seharusnya sebagaimana digambarkan dalam ayat ke-59 surat Al-Baqarah di atas.

Perintah Allah untuk menundukkan pandangan tatkala memasuki pintu gerbang perkampungan yang hendak mereka masuki pun diabaikan. Bukan hanya itu, orang-orang zalim di antara mereka malah memasuki perkampungan dengan kepala menengadah tanda kesombongan. Ketika Allah memberi perintahkan untuk mengucapkan hiththatun sebagai permohonan ampun, mereka malah mengucapkannya dengan nada mengolok-olok dengan memelesetkannya menjadi hinthatun (gandum) atau yang lainnya. Karenanya, Bani Israil pun diganjar oleh Allah dengan tumpahan azab dari langit, rijzan minas-samai.

Mengenai kalimat rijzan minas-samai, para ahli tafsir memberikan sejumlah pengertian. Qatadah, Mujahid, dan sejumlah ahli tafsir lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kata rijzan adalah azab atau siksa. Sementara itu, Abul ‘Aliyah mengartikannya sebagai murka, sedangkan Asy-Sya’biy mengartikannya sebagai penyakit tha’un.

kalender

Sejenak mari kita ambil ibroh dari kisah yang dikemukakan pada kedua ayat surat Al-Baqarah tersebut. Adalah sebuah keniscayaan jika keistimewaan akan diraih setelah kita bekerja keras. Namun ingat, setelah keberhasilan itu diraih, jangan lupa mengucap syukur kepada Penguasa Bumi karena hakikatnya keberhasilan kita adalah semata pemberian dari-Nya. Selain itu, perilaku dan perkataan yang tidak selaras dengan tuntunan agama akan berakibat azab yang buruk. Dengan demikian, mari kita tingkatkan amaliah harian kita demi kesuksesan dunia dan akhirat. Mari kita minimaliskan kesalahan dan kekeliruan demi menghindari azab Allah yang tidak terperi.

Allah Swt. berfirman:

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.” (Q.S. Al-Isra [17]: 7)

Bersambung..

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment