Hukum Mengadakan Buka Bersama di Dalam Masjid

masjid

Ustadz, bagaimana jika kita melakukan ifthar atau berbuka puasa dilakukan di dalam masjid?  Apa hukumnya? Bolehkah kita menyantap makanan bersama-sama dalam rangka berbuka puasa di masjid?

Secara prinsip tidak ada dalil yang melarang untuk menyantap makanan di masjid, baik dalam rangka buka puasa bersama ataupun dalam acara lainnya, misalnya makan-makan setelah majelis ta’lim.

alquran muasir

Menurut hadis-hadis yang sahih, ada dua hal yang tidak boleh dilakukan di dalam masjid. Pertama, mengumumkan kehilangan. Misalnya, seorang pengurus masjid mengumumkan di depan jamaah, “Siapa yang menemukan sebuah jam tangan merek X, dimohon menghubungi DKM.” Ini adalah perbuatan terlarang.

Namun kalau mengumumkan penemuan, hal tersebut diperbolehkan, misalnya “Telah ditemukan sebuah kacamata merek Y, silakan hubungi DKM apabila ada yang merasa kehilangan.” Hal seperti ini diperbolehkan.

Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa mendengar di masjid orang mengumumkan barangnya yang hilang, maka doakanlah, ’Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikan barangmu, karena masjid tidak didirikan untuk itu.’” (H.R. Muslim)

kalender

Kedua, melakukan transaksi jual-beli. Rasulullah Saw. melarang transaksi jual-beli di dalam masjid, sedangkan kalau transaksi itu dilakukan di luar masjid, misalnya di teras atau halaman masjid, hal ini tidaklah terlarang.
Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila kamu melihat orang melakukan transaksi jual-beli di dalam masjid, maka doakanlah, ’Mudah-mudahan Allah tidak menguntungkan perdaganganmu!’”  (H.R. Nasa’i dan Tirmidzi).

Merujuk pada keterangan-keterangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara hukum tidak ada larangan menyantap makanan di masjid dalam rangka buka puasa bersama, asalkan kita bisa menjaga kebersihan masjid. Wallahu a’lam.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment