Hindari 11 Kesalahan Ini Saat Ibadah di Bulan Ramadhan

makan bersama

Bulan suci Ramadhan telah beberapa hari ini dilewati. Ghirah atau semangat beribadah bergelora demi  meraih keberkahan dan kemuliaan. Kita pun berlomba-lomba memaksimalkan ibadah karena di bulan ini pahala akan dilipatgandakan.

Dalam hadits qudsi, dinyatakan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan manusia akan dibalas mulai dari sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat, Allah Swt. berfirman, “Kecuali shaum maka sesungguhnya itu bagiku dan aku yang akan mengganjarnya. Dia meninggalkan syahwatnya, makanan, dan minumannya karena Aku.”

alquran muasir

Untuk meraih keberkahan Ramadhan, kita wajib mengetahui segala hal yang berkaitan dengan ibadahnya secara benar. Sering orang menyangka ibadah Ramadhan yang dilakukannya sudah sesuai dengan tuntunan syariat. Akan tetapi, semua itu ternyata merupakan kesalahan yang dapat mengurangi nilai ibadahnya di sisi Allah Swt.

Untuk menghindari hal tersebut, berikut ini akan dijelaskan beberapa kesalahan yang—baik disadari maupun tidak—kerap dilakukan ketika melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan.

  1. Mengkhususkan ziarah kubur menjelang Ramadhan

Tidaklah tepat bila ada yang meyakini bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kuburan orangtua atau kerabat yang telah meninggal, yang dikenal dengan istilah nyadran. Pada dasarnya, setiap saat kita boleh melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut dengan mengingat kematian. Akan tetapi, mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar sungguh merupakan suatu kekeliruan karena tidak ada dasar ajaran Islam mengenai hal tersebut.

kalender
  1. Kebiasaan berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dengan maksud ihtiyath (berjaga-jaga)

Hal ini menyelisihi hadits dari Abi Hurairah r.a. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Dia mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan. Kecuali, seseorang yang biasa berpuasa dengan suatu puasa sunah maka hendaknyalah dia berpuasa.” Mengenai hal ini, Imam An-Nawawi berkata, “Hukum berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan adalah haram apabila bukan karena kebiasaan puasa sunah” (Syarh Shahih Muslim 7/158). Maka, bisa disimpulkan haram hukumnya shaum sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dalam rangka ihtiyath. Adapun kalau orang yang bersangkutan mempunyai kebiasaan shaum (seperti shaum Senin-Kamis atau shaum Daud), lalu bertepatan dengan sehari atau dua hari sebelum Ramadhan, hal itu tidak apa-apa.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment