Aam Amiruddin : Razia Warung Makan Selama Ramadhan Tindakan yang Tidak Perlu

warung makan

Ustaz Aam Amiruddin menyatakan pendapatnya untuk menanggapi pemberitaan tentang razia yang dilakukan oleh aparat satpol PP terhadap warung makan di sejumlah tempat selama bulan Ramadhan ini.

Aam menjelaskan bahwa tindakan razia adalah hal yang tidak perlu. Ia menilai tindakan aparat justru merupakan hal yang tidak sesuai dengan syariat.

alquran muasir

Secara syariat, telah ditegaskan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 184-185 bahwa ada orang-orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Misalnya orang yang sakit atau orang yang sedang safar, di mana mereka dapat mengganti puasanya di hari yang lain dengan cara menggqadha.

Ada pula yang membayar puasa dengan cara fidyah seperti orang yang hamil, menyusui, pekerja berat atau buruh yang tidak dapat meraih nafkah kecuali dengan memeras keringatnya. Mereka inilah yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa yaitu dengan cara membayar fidyah.

Menurut Ustadz Aam, boleh jadi mereka yang membeli makanan di warung adalah mereka-mereka yang diperbolehkan untuk berbuka puasa.

kalender

“Jadi sebenarnya tidak ada alasan aparat untuk merazia orang yang berjualan di siang hari. Dan sebenarnya, bagi orang yang sedang berpuasa kalau pun ada yang berjualan makanan di siang hari tidak akan terganggu juga. Toh orang yang sedang berpuasa itu sudah meniatkan diri untuk manahan dari dari makan dan minum,” terangnya.

Kalau di antara sekian banyak umat Islam itu ada yang tidak berpuasa, kemudian dia membeli nasi dan memakannya di siang hari, itu jelas merupakan tanggung jawab pribadinya. Dosanya tidak ditanggung oleh si penjual nasi.

“Menurut hemat saya, razia warung nasi tidak perlu dilakukan. Yang perlu hanyalah himbauan kepada warung nasi untuk lebih tertutup dalam berjualan, sehingga mereka yang membeli dan makan berada di dalam tempat yang lebih tertutup. Itu saja cukup,” ujarnya

Oleh sebab itu, Aam mengajak semua fihak untuk lebih bijak dalam bertindak. “Jangan sampai kita melakukan sebuah tindakan mengatasnamakan agama. Padahal sebenarnya belum tentu itu sesuai dengan anjuran agama,” tandasnya.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

2 Komentar Artikel “Aam Amiruddin : Razia Warung Makan Selama Ramadhan Tindakan yang Tidak Perlu

  1. Hamba Allah

    Bukan yang dilihat dari segi hukum pelarangannya, memang tidak ada pelarangan menjual makanan di siang hari pada bulan Ramdhan, akan tetapi Toleransi yang diberikan kepada ummat yang sedang menjalankan ibadah (puasa) itu bagaimana? Benarkah toleransi dengan membiarkan non muslim makan /minum didepan kita dengan cueknya saja? Saya kira perda serang melarang itu ada baiknya akan tetapi tindakannya yang perlu diperhatikan jangan sampai menyakiti orang lain (merugikan)

    1. Hamba Sahaya

      Definisi toleransi aja udah keliru tuh wahai pemilik akun Hamba Allah, coba baca lagi konsepnya.

Leave a Comment