Ada Kemungkaran ? Begini Panduan Memeranginya

200

Oleh: Tate Qomaruddin,Lc*

Selaku seorang muslim senantiasa dituntut untuk melakukan amal saleh (amar ma’ruf) dan mencegah atau menghindari perbuatan tercela (nahi munkar). Dalam melakukan keduanya baik berbuat kebaikan atau pun mencegah kemunkaran semua ada adab dan aturannya. Untuk memerangi kemungkaran sendiri pun ada panduan yang harus diikuti,bukan sekedar beraksi.

alquran muasir

“Dari Abi Sa’id al-Khudri r.a. ia mengatakan, ‘Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka ia harus mengubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak bisa maka ia harus mengubahnya dengan lidahnya. Jika ia tidak bisa maka ia harus mengubahnya dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman.’” (H.R. Muslim)

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitabul-Iman ini menegaskan bahwa di antara kewajiban seorang mukmin ialah melakukan amrun bil-ma’ruf wa nahyun ‘anil-mungkar (memerintahkan untuk melakukan kebajikan dan melarang melakukan perbuatan keji) –kita sering menyebutnya amar ma’ruf nahyi mungkar.

Rasulullah saw. juga memberikan ilustrasi, “Perumpamaan orang-orang yang melaksanakan hukum-hukum Allah dengan orang-orang yang melanggarnya bagaikan sekelompok orang yang naik kapal. Lalu mereka melakukan undian untuk menentukan siapa yang duduk di bagian atas dan siapa yang duduk di bagian bawah (dek). Orang-orang yang duduk di bagian bawah itu harus naik ke atas jika mereka membutuhkan air. Lalu salah seorang mengatakan, ‘Sebaiknya kita membolongi tempat kita ini, sehingga kita tidak mengganggu orang lain.’ Jika orang-orang yang ada di atas membiarkan mereka melaksanakan apa yang mereka inginkan, niscaya akan binasalah semuanya. Namun jika mereka membimbingnya, maka mereka yang ada di atas akan selamat dan selamat pula mereka yang ada di bawah.” (H.R. Bukhari)

kalender

Amrun bil-ma’ruf wa nahyun ‘anil-mungkar merupakan sifat yang melekat pada orang beriman. Allah menjelaskan dalam ayat-Nya, “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. At-Taubah 9: 71)

Kaum Bani Israil dikutuk Allah swt. karena tidak melakukan amrun bil-ma’ruf wa nahyun ‘anil-mungkar. Firman Allah menjelaskan hal itu, “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (Q.S. Al Maidah 5: 78-79)

Betapa besarnya nilai amrun bil-ma’ruf wa nahyun ‘anil-mungkar dalam Islam. Meskipun dalam hadis di atas ada kalimat ‘biyadihi‘ (dengan tangannya) yang oleh sebagian ulama dimaknai dengan kekuasaannya, namun perbuatan tersebut bukanlah hanya kewajiban orang yang mempunyai kekuasaan. Imam Nawawi mengatakan, “Para ulama berpandangan bahwa amrun bil-ma’ruf wa nahyun ‘anil-mungkar bukanlah hanya kewajiban orang-orang yang mempunyai walayah (kekuasaan) melainkan boleh juga dilakukan oleh kaum muslimin lainnya.”

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment