LSBD Hikmatul Iman Bantah Ajarkan Paham Menyimpang Dari Islam

199

Sebagaimana diberitakan sebelumnya puluhan mantan anggota Lembaga Seni Bela Diri (LSBD) Hikmatul Iman (HI) mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat ,Senin (6/6/2016) dan mengadukan pendiri sekaligus guru utamanya yakni Dicky Zainal Arifin yang dianggap mengajarkan dan menyebarkan pemahaman ajaran Islam yang menyimpang dilembaganya.

Menanggapi hal tersebut Aulia Pradipta selaku Ketua Yayasan Lantera yang merupakan nama baru, transformasi dari Yayasan Hikmatul Iman menampik tuduhan para mantan anggotanya bahwa lembaganya  menyimpang dari ajaran Islam . Menurut Aulia lembaganya sebelumnya juga pernah diadukan oleh mantan anggotanya ke MUI Kabupaten Ciajur atas tuduhan yang sama.

alquran muasir

“Kami merasa ada upaya sekelompok orang yang tengah membenturkan lembaga kami dengan MUI Cianjur maupun MUI Jabar yang dengan mudahnya terhasut dan terprovokasi tanpa bertabayun, lalu mengeluarkan surat rekomendasi bahwa Dicky Zainal Arifin berpikiran janggal,”jelas Aulia dalam rilisnya yang diterima redaksi percikaniman.id

Ia juga menjelaskan bahwa sejak 2012 akhir Yayasan Lentera dibentuk yang merupakan singkatan dari Lantunan Nurani Bahtera. Yayasan ini merupakan payung dan landasan hukum pergerakan di dalam membantu memakmurkan umat. Sejak itu, nama Yayasan Himatul Iman berubah menjadi Yayasan Lentera.

Menurut Aulia apa yang dilakukan oleh kelompok atau orang – orang tersebut dengan mendadukan lembaganya ke MUI merupakan upaya adu domba umat Islam.

kalender

“Kami sebagai umat Islam yang berpikir segera tahu bahwa terjadi upaya mengadu domba umat Islam agar menjadi lemah dan selalu berbenturan satu sama lain,”imbuhnya.

Hal itu terbukti setelah pihaknya melakukan konfirmasi pada Ketua MUI Cianjur waktu itu. Berdasarkan pernyataannya, beliau ‘terpaksa’ membuat rekomendasi tersebut agar kaum radikal itu diam. Ia juga mengaku memiliki rekaman pembicaraan dan video antara Dicky Zainal Arifin dan Ustaz Lim yang waktu itu menandatangi sebagai Ketua MUI Cianjur.

“Kami juga tahu bahwa di dalam organisasi kami ada sekelompok radikal yang diam-diam masih menghasut untuk menjadi anti toleransi, mengkafir-kafirkan mereka yang berbeda pendapat, masih anti-Pancasila dan UUD 45, serta tidak menghargai budaya dan kearifan lokal dimana Islam mengajarkan sebagai Rahmat untuk seluruh alam,” lanjut Aulia.

Untuk itu pihaknya menghimbau khususnya kepada umat Islam dan masyarakat umumnya untuk waspada dan tidak mudah terprovokasi atau adu domba. Sebagai upaya dalam menghadapi adu domba tersebut pihaknya telah membuat petisi di Change.org yang berjudul: “Dukung LANTERHA (transformasi dari LSBD HI) Menghadapi Upaya Adu Domba”. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah